Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah

Gerakan Mas Jos di basis wilayah penting sekali melibatkan tiga unsur, yakni RT/RW, PKK, Bank Sampah Unit. Sasaran tidak hanya rumah tangga

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
MAS JOS: Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menyampaikan sambutan pada kegiatan Sambang Mas Jos di Taman Gajah Wong, Muja Muju, Yogyakarta, Sabtu (30/8/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM - Upaya mengurangi timbunan sampah di Kota Yogyakarta terus digalakkan. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kelurahan Muja Muju, Forum Bank Sampah, masyarakat, serta PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menggelar kegiatan Sambang Mas Jos (Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah) di Taman Gajah Wong, Muja Muju, Sabtu (30/8/2025).

Acara ini menandai penanaman Lodong Sisa Dapur (Losida) ke-1.000 dan diikuti lomba yel-yel 12 RW. Gerakan Mas Jos yang diluncurkan Juli 2025 mengusung lima langkah utama: memilah sampah, mengirim anorganik ke bank sampah, mengolah organik, menghabiskan makanan tanpa sisa, dan menggunakan wadah berulang.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini ditentukan oleh keterlibatan basis wilayah.

“Gerakan Mas Jos di basis wilayah penting sekali melibatkan tiga unsur, yakni RT/RW, PKK, dan Bank Sampah Unit. Sasaran tidak hanya rumah tangga, namun juga pelaku usaha seperti pengusaha kos, PKL, warung, dan usaha lain. Keberhasilan diukur dengan meningkatnya nasabah bank sampah serta berkurangnya volume sampah yang diambil penggerobak. Edukasi dan pengawasan berbasis kewilayahan menjadi cara dalam suksesnya Mas Jos,” ujarnya.

Lastiani Amy Rosalina, Factory Director Danone Specialized Nutrition East, menegaskan dukungan Sarihusada dalam inisiatif ini.

"PT Sarihusada Generasi Mahardhika melalui Danone Impact Journey memiliki komitmen kuat dalam pelestarian lingkungan, dan menyambut baik hadirnya Gerakan Mas Jos sebagai inisiatif penting penanganan sampah di Kota Yogyakarta. Sejak 2023, program CSR Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) telah melakukan berbagai intervensi, mulai dari peningkatan kapasitas kader lingkungan, pendampingan manajemen bank sampah, distribusi 1.000 Losida, hingga digitalisasi sistem transaksi bersama Bank Sampah Induk Kota Yogyakarta,” katanya.

Plt Lurah Muja Muju Kuntoro Adiwibowo menyebut kegiatan perdana ini akan diperluas. 

“Kegiatan Sambang Mas Jos ini merupakan kegiatan perdana di Kelurahan Muja Muju, dan ke depan akan dilaksanakan secara bertahap di kelurahan-kelurahan lain di Kota Yogyakarta. Kami berterima kasih atas dukungan PT Sarihusada dalam penyelenggaraan acara ini. Melalui lomba yel-yel, penanaman Losida ke-1000, hingga gelar UMKM, kami berharap Muja Muju dapat menjadi pionir Gerakan Mas Jos di Kota Yogyakarta,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Shind, mitra Sarihusada dalam program Samtaku. 

Direktur Eksekutif Maulana Sriyono mengatakan, “Shind sebagai mitra PT Sarihusada dalam Program Samtaku, sekaligus salah satu inisiator Gerakan Mas Jos, terus mendorong kolaborasi multipihak. Melalui Sambang Mas Jos, terlihat jelas sinergi antara pemerintah, perusahaan, NGO, dan masyarakat yang bersama-sama berkomitmen mengelola Sampah Seko Omah. Salam Mas Jos!”

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif warga Yogya untuk mengurangi sampah dari sumbernya serta menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved