Sampai Kapan Fenomena Bediding Terjadi di Yogyakarta? Begini Jawaban BMKG
Sampai kapan udara dingin akan terasa di Yogyakarta? Berikut penjelasan dan prediksi dari BMKG
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Ida menjelaskan, perubahan suhu itu bahkan bisa mencapai titik beku.
Baca juga: Suhu Dingin di Yogyakarta Capai 19 Derajat Celcius, BMKG Prediksi Berlangsung hingga Agustus
"Fenomena bediding umum terjadi di Indonesia. Puncaknya terjadi pada musim kemarau terutama pada Juli sampai September," kata Ida, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (4/7/2024).
Dalam konteks klimatologi, fenomena ini merupakan hal yang normal karena berkaitan dengan kondisi atmosfer saat musim kemarau.
Berikut sejumlah fakta tentang bediding:
1. Disebabkan karena empat faktor
Lebih lanjut, Ida menerangkan, fenomena bediding disebabkan karena 4 faktor, yaitu udara kering, langit cerah, dan topografi.
Selama musim kemarau, hujan jarang terjadi sehingga langit menjadi lebih cerah.
Menurutnya, langit cerah pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar ke atmosfer tanpa hambatan.
Ini mengakibatkan penurunan suhu yang signifikan.
Dengan curah hujan yang kurang, kelembapan udara menjadi rendah. Artinya, uap air di dekat permukaan Bumi juga sedikit.
"Pada musim kemarau, udara cenderung lebih kering karena kurangnya uap air. Udara kering memiliki kapasitas panas yang lebih rendah sehingga lebih cepat kehilangan panas pada malam hari," terang Ida.
Bersamaan dengan kondisi langit yang cenderung bersih dari awan, panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar.
Akibatnya, udara di dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.
2. Ketiadaan angin hambat percampuran udara
Selain itu, fenomena bediding juga dipicu karena ketiadaan angin yang menghambat percampuran udara.
bediding
Yogyakarta
dampak udara dingin
Udara Dingin
suhu udara dingin
penyebab udara dingin
Tribunjogja.com
Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Kini Dilengkapi Area Bermain |
![]() |
---|
Gerakan Mas Jos Dorong Warga Yogya Olah Sampah dari Rumah |
![]() |
---|
Pemkab Sleman Utang Rp45 Miliar untuk Bangun Gedung RSUD |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Penerimaan Mahasiswa Baru STIPRAM Naik 5 Persen, Program S1 Kepariwisataan Jadi Favorit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.