Tour De UMKM
Kisah Dwiyanto, Perajin Rumput Mendong dari Padukuhan Plembon Minggri Sleman
Melalui tangan terampil pria 56 tahun itu, telah tercipta ragam produk kerajinan berbahan serat alam tersebut.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tahun 2009, Dwiyanto memulai langkah kecil dengan membeli bahan baku Rp200 ribu.
Ia mengajak 10 ibu-ibu di kampungnya untuk menganyam mendong menjadi kerajinan tikar.
Kala itu, kendala utamanya adalah peralatan dan sumberdaya manusia, yang belum cukup mumpuni.
Gayung bersambut, ada program mahasiswa KKN di kampungnya.
Oleh para mahasiswa, warga kemudian diikutkan dalam program pendampingan dan pelatihan.
Dwiyanto juga terus memperdalam ketrampilan tentang kerajinan mendong.
Di tahun 2010, Ia mendirikan UMKM bernama Deriji Craft dan mulai berani memasarkan produk kerajinan mendong ke sejumlah toko souvenir di Yogyakarta.
"Mendong biasanya hanya dianyam dibuat tikar. Di tahun itu, saya inspirasi mulai membuat dompet tanpa dijahit, pakainya lem. Awalnya ya gagal, lalu coba lagi. Kemudian dompet itu saya pilih yang bagus-bagus, saya tawarkan ke Hamzah batik di Yogyakarta. Ndilalah laris sebulan bisa 400 dompet," kata dia.
Baca juga: Kisah Mbah Gombloh, Perajin Alat Musik Gamelan di Bantul yang Eksis Sejak 1983hum
Momen itu menjadi pelecut semangat untuk terus berinovasi.
Setelah dompet, Ia kemudian berinovasi membuat produk lainnya.
Mulai dari tas, sandal hotel, sajadah, tempat pensil, kotak tisu, alas piring- gelas hingga ragam souvenir pernikahan.
Produk unik berbahan alami ini ternyata laku dan diminati.
Beberapa instansi mulai berdatangan memesan produk dalam jumlah cukup banyak.
Bahkan Kementerian Agama, kala itu memesan sajadah berbahan mendong hingga mencapai ribuan pieces untuk souvenir jemaah haji.
"Saat itulah kerajinan mendong ini mulai dikenal luas. Ibu-ibu yang menjahit bisa sampai 30 orang. Penganyam juga banyak," kata dia.
| Dinkop UKM DIY Ajak UMKM Kenalkan Kuliner Lokal dalam ASEAN Sports Day 2024 |
|
|---|
| Grebeg UMKM DIY 2024 Dukung Pengembangan UMKM DIY |
|
|---|
| Produk Handmade DIY jadi Daya Tarik Utama Ekspor |
|
|---|
| Tumbuhkan Produktivitas IKM Gunungkidul, Perajin Batik Diberi Bantuan Peralatan Membatik |
|
|---|
| Sejumlah Perajin di Gunungkidul dapat Bantuan Alat Produksi Kerajinan Mebel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kerajinan-berbahan-mendong-di-Minggir-Sleman.jpg)