Berita Klaten Hari Ini

Angka DBD di Klaten Capai 713 Kasus, Dinkes Minta Bersihkan Bak Penampungan Air 2 Kali Seminggu

Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sampai saat ini masih tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sampai saat ini masih tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mencatat hingga Minggu ke-21 terdapat 633 kasus positif DBD

Adapun, total angka kematian akibat DBD tercatat ada 27 kasus dengan rentang usia mulai 5 bulan sampai 54 tahun.

Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus kematian menimpa pasien dalam rentang usia anak. 

Baca juga: Caleg Terpilih di Sleman Wajib Laporkan LHKPN, Bila Tidak Maka Terancam Tidak Dilantik 

Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (2023), kasus DBD di Bumi Bersinar mengalami peningkatan sangat signifikan.

Sebab, Dinkes Kabupaten Klaten mencatat pada Minggu ke-21 2023 hanya terdapat 174 kasus dan 10 angka kematian akibat DBD

Kepala Dinkes Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, mengakui bahwa angka kasus DBD di Kabupaten Bersinar masih terhitung tinggi.

Bahkan, hingga kini dikatakan ada penambahan sekitar 80 kasus positif terindikasi DBD.

Sehingga, jika ditotal sejak awal 2024 sampai sekarang diperkirakan ada sebanyak 713 kasus DBD di Bumi Bersinar. 

Kendati demikian, pihaknya menyebut tidak berdiam diri. Segala upaya antisipasi dan penanganan untuk menekan angka kasus DBD telah dilakukan.

Mulai dari sosialisasi, meningkatkan pelayanan kesehatan, hingga mengalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

"Termasuk evaluasi pemberantasan jentik nyamuk di rumah-rumah warga. Ternyata pembersihan jentik nyamuk di Kabupaten Klaten yang seharusnya mencapai angka 95 persen bebas jentik nyamuk, itu kadang-kadang masih 80 persen, bahkan ada yang di bawah 80 persen," ungkap Anggit kepada Tribunjogja.com, belum lama ini. 

Oleh karena itu, Anggit meminta warga agar rajin melakukan PSN dengan cara membersihkan bak penampung air minimal dua kali seminggu.

Pembersihan dihimbau tidak hanya menguras air bak, tetapi juga mengosok atau menyikat segala sisi bak penampung air sampai bersih. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved