Pemilu 2024
Linmas di Sleman Wafat, Diduga Kelelahan Setelah Jaga TPS Pemilu 2024
Seorang anggota Linmas di Kalurahan Candibinangun wafat diduga kelelahan setelah berjaga selama pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) 2024.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satu anggota Satuan Pelindung Masyarakat (Linmas) di Kalurahan Candibinangun, Pakem, Kabupaten Sleman wafat diduga kelelahan setelah berjaga selama pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) 2024.
Almarhum bernama Sukidi, berusia 56 tahun.
Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Islam Yogyakarta PDHI, pada hari Kamis (15/2/2024) sore, setelah menyelesaikan tugasnya di pemilu 2024 .
Kapolsek Pakem, Ajun Komisaris Polisi Samiyono mengatakan, sebelum meninggal dunia, almarhum melakukan pengamanan selama pelaksanaan pemungutan suara di TPS pada Rabu (14/2/2024).
Sehari berikutnya, di hari Kamis (15/2), beliau ikut mengiringi anggota KPPS mengantarkan kotak suara ke Panitia Pemilih Kecamatan (PPK).
Selesai dari Kecamatan, sebelum pulang ke rumah, rombongan sempat mampir untuk makan bersama.
Setelah sampai di rumah, kepada istri beliau pamit hendak membayar orang tanam padi dan mengendarai sepeda motor ke Kalasan.
Baca juga: KPU DIY Jelaskan Kronologi Anggota Linmas TPS yang Meninggal Dunia di Sleman
"Ketika naik motor tidak kuat, beliaunya ini menepi ke teras rumah warga. Kemudian di bawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia. Informasi dari pihak keluarga, beliau tidak memiliki penyakit bawaan. Sepertinya kelelahan karena tidak ada komorbid," kata Samiyono, Jumat (16/2/2024).
Almarhum meninggal dunia di RS Islam Yogyakarta PDHI, Kalasan pukul 16.44 WIB dan dimakamkan pada Jumat siang.
Terpisah, Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, KPU Sleman, Aan Mukhlisoh membenarkan jika ada satu anggota Linmas di Kalurahan Candibinangun yang meninggal dunia setelah Pemilu 2024 .
Menurut dia, almarhum meninggal dunia selang sehari setelah selesai pemungutan suara.
Saat hari pemungutan suara, kata dia, almarhum tampak tidak sakit.
Sehari berikutnya, yang bersangkutan pergi ke rumah saudaranya naik sepeda motor sendiri.
Namun di tengah perjalanan, merasakan dadanya tidak nyaman lalu menepi ke rumah warga di pinggir jalan dan pingsan.
Setelah dibawa ke rumah sakit dinyatakan meninggal dunia. Pihak KPU Sleman, kata Aan, akan melaporkan peristiwa tersebut secara berjenjang ke KPU RI.
"Untuk santunan dan lain-lain, sudah ada ketentuannya," kata dia.( Tribunjogja.com )
| KPU DIY Tetapkan 55 Calon Terpilih Anggota DPRD DIY 2024, 29 di Antaranya Petahana |
|
|---|
| KPU Kulon Progo Tetapkan Perolehan Kursi dan Anggota Terpilih DPRD Kabupaten, PDIP Mendominasi |
|
|---|
| DAFTAR Nama 55 Caleg Terpilih di DPRD DI Yogyakarta dari Pemilu 2024, PDI Perjuangan Raih 19 Kursi |
|
|---|
| Penetapan Anggota DPRD DIY Tertunda Menunggu Hasil Sidang PHPU di MK |
|
|---|
| Gugatan Caleg di MK Gugur, KPU Kota Yogya Segera Tetapkan Anggota DPRD Terpilih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Linmas-di-Sleman-Wafat-Diduga-Kelelahan-Setelah-Jaga-TPS-Pemilu-2024.jpg)