Kisah Rohimin, Tunanetra Eks Tukang Pijat Pelita Jaya dan Bima Sakti
Selain Rohimin, Abah dan Ubai juga menjadi tukang pijat para pemain Pelita Jaya ketika itu.
Rohimin sempat pula merawat burung Beo yang dibawa Bima Sakti dari Kalimantan.
Bima memang kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Burung Beo milik Mas Bima pintar omong. Bahkan, kata-kata jorok pun bisa. Ha-ha-ha...," katanya.
Rohimin mengaku terus mengikuti kiprah Bima Sakti yang kini melatih Timnas U-17.
Baca juga: Daftar Skuat Resmi Timnas U-17 Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2023, Ada Tiga Pemain Diaspora
Rohomin memikili keterampilan pijak refleksi, pijat shiatsu (metode penyembuhan Jepang kuno), sport massage (pijat lelah, capai), maupun saraf terjepit.
Rohimin menerima panggilan ke rumah pasien.
Rohimin berpraktik di rumah kontrakan dengan lebar kurang lebih tiga meter, panjang sekitar lima meter.
Di ruang tamu, ia menyediakan tempat tidur ukuran sedang untuk menerima pasien.
Biayai pendidikan anak
Seorang ibu berusia paruh baya turun dari boncengan sepeda motor, tepat di depan gerbang rumah.
Ia melangkahkan kaki secara perlahan dengan tangan meraba-raba pagar dan benda di sekitar teras rumah.
Ia mengarah ke mesin cuci yang terletak di teras beratap asbes.
"Adik (Selfie) apakah menjemur cucian, Kak?" tanya perempuan bernama Asmani, istri Rohimin, itu kepada Dika, putra sulung.
Andika baru saja menjemput Asmani di rumah pelanggan pijat.
Asmani sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang pijat.
Baca juga: Bima Sakti Bingung Pilih Pemain Timnas U-16 Indonesia untuk Piala AFF U-16 2022, Ini Alasannya
Setelah Asmani dan Dika, masuk ke rumah, Rohimin, keluar ke teras. Ia mengenakan kacamata hitam. Tangannya meraba-raba dinding, aambil berjalan ke arah teras.
Saat berita ini ditulis, Senin (4/12/2023) sore, Asmani sedang menjalani perawatan di RS Hermina Depok.
“Istri sakit. Ia muntah-muntah dan lemas. Ia sudah dua hari dirawat di RS Hermina,” ujar Rohimin.
Ia lantas menceritakan kondisi perekonomian.
Hidup menjadi tukang pijat keliling, sambil menjual kerupuk, merupakan beban tersendiri baginya.
Sebab, dua anaknya kuliah dan sekolah.
“Dua tahun lalu, ada orang baik, mendorong anak saya kuliah. Setelah anak saya kuliah, orang tersebut membantu. Tetapi, setahun ini, ia menghilang. Putus kontak. Nomor saya juga diblokir. Saya tidak tahu sebabnya,” ujar Rohimin.
Sebagai informasi, biaya uang kuliah Dika sudah mendapat keringanan dari kampus berupa beasiswa.
Uang saku kuliah dan sekolah serta hidup sehari-hari untuk dua anaknya, Dika dan Selfie, Rohimin butuh dana sekitar Rp60 ribu.
“Terbilang kecil. Namun, bagi kami, sulit mendapatkan uang sebesar itu. Pekerjaan kami tidak menentu,” kata Rohimin sambil berharap uluran tangan dermawan. (Domu D Ambarita)
Bima Sakti
Kurniawan Dwi Yulianto
Piala Dunia U-17
Pelita Jaya
Tukang Pijat
Rohimin
Timnas U-17 Indonesia
human interest story
Talenta Muda PSS Sleman Farrel Luckyta Widodo Dipanggil PSSI untuk Persiapan Piala Asia U-17 |
![]() |
---|
Kisah Mutia, Pecatur Muda Bantul Menenun Mimpi di Dunia Busana di UNY |
![]() |
---|
Cerita Supatmi Warga Klaten Menunggu 34 Tahun Diangkat Jadi Pegawai Negeri |
![]() |
---|
Cerita Pedagang Bendera Asal Garut Buka Lapak di Kabupaten Klaten |
![]() |
---|
Cerita Siswi Sekolah Rakyat di Bantul, Sempat Susah Tidur dan Kangen Rumah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.