Kisah Rohimin, Tunanetra Eks Tukang Pijat Pelita Jaya dan Bima Sakti

Selain Rohimin, Abah dan Ubai juga menjadi tukang pijat para pemain Pelita Jaya ketika itu.

Editor: Sigit Widya
TRIBUN NETWORK/DOMU D AMBARITA
Rohimin menemani Asmani yang dirawat di RS Hermina, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (4/12/2023). 

Tim itu kemudian dikenal dengan nama PSSI Primavera.

Baca juga: Profil Bima Sakti Tukiman yang Ditunjuk Erick Thohir Jadi Pelatih Timnas Indonesia Piala Dunia U17

Para pemain yang masuk dalam angkatan pertama adalah Kurnia Sandi dan Ari Supriarso (kiper).

Pemain belakang adalah Gusnedi Adang, Anang Ma'ruf, Eko Purjianto, Yeyen Tumena, Dwi Prio Utomo, Fauzi Irfan, Supriono.

Di barisan gelandang, ada Bima Sakti, Nurul Huda, Frido Yuwanto, Trimur Vedayanto, Dedy Umarella, Ismayana, Ilham Romadhona, dan Arisandi.

Untuk sektor depan, terdapat nama Dian Irsandi, Ferry Taufik, Kurniawan Dwi Yulianto, Indriyanto Nugroho, Asep Dayat, dan Irwan Fahrezie.

Belakangan, bergabung Aples Tecuari dan Alex Pulalo untuk menambah lini belakang, Chris Yarangga untuk sektor tengah, dan Andi Iswantoro di posisi kiper.

Dikutip dari data Tribunnews.com, proyek Primavera didanai oleh pengusaha Nirwan Bakrie.

Ia bekerja sama dengan Sampdoria, klub elite Italia saat itu.

Melalui Sampdoria, tim muda Indonesia bertanding di kompetisi Primavera musim 1993-1994.

Sepulang dari proyek Primavera, para pemain banyak bergabung dengan Pelita Jaya, yang notabene milik Nirwan Bakrie.

Baca juga: Kisah Di Balik Timnas U16 Juara: Kata-Kata Sakti Bima Sakti, Foto Wajah Hingga Orang Tua di Stadion

Rohimin wajar sulit melupakan kebaikan Bima Sakti.

“Saat waktu senggang, Mas Bima Sakti ajak saya jalan-jalan. Kadang ke mal, kadang menemaninya pacaran. Maaf, ya, Mas Bima, rahasia saya bongkar, nih," imbuh Rohim.

"Mas Bima baik. Ia mau menuntun saya dengan kondisi begini (tunanetra, Red). Kebaikan-kebaikan Mas Bima tidak bisa saya lupakan," sambungnya.

Hal lain yang menggembirakan, tatkala Bima Sakti dan kawan-kawan menang bertanding membela Pelita Jaya, tukang pijat ikut kebagian rezeki.

"Para pemain patungan, lalu uang diberikan kepada saya. Saya pernah mendapat Rp100 ribu. Jasa-jasanya tak saya lupa saya," ungkap Rohimin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved