Kisah Rohimin, Tunanetra Eks Tukang Pijat Pelita Jaya dan Bima Sakti
Selain Rohimin, Abah dan Ubai juga menjadi tukang pijat para pemain Pelita Jaya ketika itu.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Piala Dunia U-17 rampung digelar. Tim Nasional Jerman U-17 menjadi jawara usai mengalahkan Prancis lewat drama adu penalti di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/12/2023) malam.
Sebagai tuan rumah, Timnas U-17 Indonesia asuhan Bima Sakti bertanding tiga laga pada babak penyisihan dengan nilai dua, hasil dua kali seri dan sekali kalah.
Bicara tentang Bima Sakti, seorang pria bernaman Rohimin (52) mengaku kenal dan pernah cukup dekat.
Sampai-sampai, ia sulit melupakan sosok Bima Sakti.
Rohimin pernah menjadi tukang pijat atau maseur para pemain klub sepak bola Pelita Jaya.
Pelita Jaya pernah menjadi klub besar, berdiri pada 1986, dan kental mewarnai perjalanan kompetisi sepak bola Indonesia.
Kiprah perdana Pelita Jaya adalah pada era Galatama.
“Saya susah melupakan Bima Sakti. Ia orang yang baik,” ujar Rohimin saat berbincang dengan Wartakotalive.com, Tribun Network, di rumah kontrakan di Jalan Tifa Raya, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, pekan lalu.
Baca juga: Timnas U-23 Indonesia Masuk Grup Berat di Piala Asia U-23 2024, Ini Lawan-lawan Skuat Garuda Muda
Rohimin beserta sang istri Asmani (47) adalah tukang pijak tunanetra.
Mereka saling kenal ketika sama-sama menjadi peserta kursus pijat di suatu tempat di Bekasi, Jawa Barat.
Mereka kemudian menikah pada 1999.
Kini, mereka membuka panti pijat tunanetra “Jasa Sehat” di sebuah rumah kontrakan.
Rohimin dan Asmani dikaruniai dua anak.
Anak pertama bernama Dika (19), seorang mahasiswa semester III.
Anak kedua bernama Selfie, siswa kelas 11 atau kelas dua di sebuah SMK.
Bima Sakti
Kurniawan Dwi Yulianto
Piala Dunia U-17
Pelita Jaya
Tukang Pijat
Rohimin
Timnas U-17 Indonesia
human interest story
Talenta Muda PSS Sleman Farrel Luckyta Widodo Dipanggil PSSI untuk Persiapan Piala Asia U-17 |
![]() |
---|
Kisah Mutia, Pecatur Muda Bantul Menenun Mimpi di Dunia Busana di UNY |
![]() |
---|
Cerita Supatmi Warga Klaten Menunggu 34 Tahun Diangkat Jadi Pegawai Negeri |
![]() |
---|
Cerita Pedagang Bendera Asal Garut Buka Lapak di Kabupaten Klaten |
![]() |
---|
Cerita Siswi Sekolah Rakyat di Bantul, Sempat Susah Tidur dan Kangen Rumah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.