Kisah Rohimin, Tunanetra Eks Tukang Pijat Pelita Jaya dan Bima Sakti

Selain Rohimin, Abah dan Ubai juga menjadi tukang pijat para pemain Pelita Jaya ketika itu.

Editor: Sigit Widya
TRIBUN NETWORK/DOMU D AMBARITA
Rohimin menemani Asmani yang dirawat di RS Hermina, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (4/12/2023). 

Rohimin sempat menjadi tukang pijat beberapa penggawa Timnas Indonesia.

“Ansyari Lubis, Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Eko Purjianto, dan Gusnedi Adang,” kata Rohimin.

Pada 1997, saat tengah mengikuti kursus menjadi tukang pijat di sebuah lembaga di Bekasi, ia nekat melamar ke Pelita Jaya.

Ia membawa surat lamaran yang disusun oleh seorang kawan.

Baca juga: Timnas Indonesia di Dasar Klasemen Sementara, Shin Tae-yong Masih Optimis Lolos Putaran Ketiga

Surat tersebut ia bawa sendiri ke mes Pelita Jaya.

Ia pun diterima.

“Saya satu tahun bekerja sebagai tukang pijat pemain Pelita Jaya. Kami tinggal di mes Pelita Jaya di Sawangan, Kota Depok," ucapnya.

Selain Rohimin, Abah dan Ubai juga menjadi tukang pijat para pemain Pelita Jaya ketika itu.

“Mereka normal. Hanya saya yang tunanetra. Saat krisisi moneter pada 1998, para karyawan dihentikan, termasuk saya,” katanya.

Sebelumnya, lelaki asal Bengkulu tersebut mengaku gemar mendengar siaran laga sepak bola di radio.

Ia juga kerap mendengar riuh-rendah suara pertandingan melalui televisi.

Seiring waktu, ia menjadi hapal dan akrab dengan beberapa pesepak bola nasional.

Ia mengikuti perkembangan pemain-pemain muda yang tergabung dalam proyek pembinaan Timnas Primavera.

Kala itu, induk cabang olahraga sepak bola, yakni Persatuan Sepakbola Seluruh Indoensia, mengirim tim usia muda untuk berlatih dan berkompetisi di Italia.

Di Negeri Pizza, mereka ikut laga Kompetisi Primavera.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved