Sambut Baik Kebijakan Pembebasan PPN, REI DIY Optimis Penjualan Property Meningkat

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan pembebasan PPN sangat berdampak positif untuk mendongkrak penjualan properti di DIY. 

tribunjogja/rentoari
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah memperpanjang kebijakan pembebasan PPN untuk pembelian rumah di bawah Rp2 miliar.

Kebijakan tersebut berlaku hingga Juni 2024. 

Hal tersebut disambut antusias oleh DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY.

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan pembebasan PPN sangat berdampak positif untuk mendongkrak penjualan properti di DIY. 

"Kami senang sekali, karena akan mendongkrak penjualan. Ini sesuai yang kami harapkan. Pembebasan PPN ini kan mulai 2022, kemudian saat Munas REI di Jakarta, kami desak lagi supaya ada relaksasi lagi. Ya kami berterimakasih kepada pemerintah," katanya, Senin (27/11/2023). 

Ia menyebut pembebasan PPN sangat meringankan konsumen. Karena konsumen harus membayar 11 persen dari harga beli rumah. 

"Sangat membantu sekali, bayangkan kalau rumah harganya Rp500juta, PPNnya kan Rp55 juta. Lumayan banget. Tentu ini sangat meringankan konsumen, dan bisa meningkatkan penjualan," sambungnya. 

Ilham menerangkan penjualan properti tahun 2023 di DIY sempat mengalami perlambatan pada kurtal 2.

Salah satu penyebabnya ialah kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD).

Tidak sedikit konsumen yang menunda pembelian karena khawatir tanah yang digunakan adalah TKD. 

Untuk itu, pihaknya terus berupaya meyakinkan konsumen bahwa tanah yang digunakan oleh anggota REI bukan TKD.

Terlebih, pengembang yang terjerat kasus penyalahgunaan TKD bukan anggota REI. 

Dengan pembebasan PPN ini, ia berharap dapat meningkatkan penjualan pada kuartal 3 2023.

Terutama pada hunian vertikal, yang belakangan mengalami penurunan. 

"Karena memang PPN ini sangat berdampak pada penjualan. Tahun 2022 itu penjualan bisa meningkat sekitar 30 persen karena pembebasan PPN. Harapannya penjualan juga meningkat pada kuartal 3, dan persepsi konsumen terkait TKD lama-lama hilang. Kami lakukan edukasi terus," imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved