Rangkuman Pengetahuan Umum

12 Fakta Tentang Laba-Laba, Simbol Datangnya Kebahagiaan

12 Fakta Menarik Laba-Laba, Tidak Menyerang Manusia hanya Menyerang Ketika Merasa Diancam

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
pixabay
ilustrasi 12 Fakta Tentang Laba-Laba, Simbol Datangnya Kebahagiaan 

8.     Racun laba-laba lebih sering dimanfaatkan dalam pengobatan

Racun yang dihasilkan oleh laba-laba, terutama pada spesies black widow, memiliki potensi untuk menyebabkan gejala seperti nyeri otot, mual, hingga kelumpuhan diafragma, dan bahkan dapat berujung pada kematian.

Namun, racun tersebut lebih banyak dimanfaatkan secara kreatif dalam konteks pengobatan medis.

Sebagai contoh, para ilmuwan dari Chili sedang menggali potensi racun black widow sebagai komponen dalam pengembangan pil kontrasepsi untuk pria.

9.     Mekanisme Kerja Otot Kaki Laba-laba

Otot-otot yang dimiliki oleh laba-laba dapat mengontraksi kaki mereka ke dalam, tetapi untuk memperpanjang kakinya, laba-laba memerlukan cairan yang ada di dalam wilayah otot tersebut.

Inilah sebabnya mengapa pada laba-laba yang telah mati, posisi kaki cenderung menjadi bengkok.

10.  Pemanfaatan Sarang Laba-laba

Penelitian mengenai struktur dan ketahanan sarang laba-laba ternyata memiliki potensi untuk aplikasi dalam kehidupan manusia.

Salah satu contohnya adalah produksi sutra yang berasal dari jenis laba-laba tertentu yang dapat digunakan dalam pembuatan perlengkapan seperti parasut atau rompi anti-peluru.

11.  Sebagai Lambang Kebahagiaan

Dalam budaya Tiongkok kuno, laba-laba sering dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan disebut sebagai 'ximu' atau serangga yang membawa kebahagiaan.

Kejatuhan laba-laba di atas kepala seseorang bahkan dianggap sebagai momen yang membawa keberuntungan.

12.  Variasi Jenis Sutra yang Dihasilkan

Ketika sutra dihasilkan oleh laba-laba, ia awalnya berwujud cairan yang kemudian mengeras setelah terkena udara.

Laba-laba memiliki potensi untuk memiliki hingga tujuh jenis kelenjar sutra, dan masing-masing dari kelenjar tersebut menghasilkan jenis sutra yang memiliki karakteristik berbeda, termasuk sutra yang lembut, lengket, kering, atau elastis. ( MG Belinda Aviva Rahma )  

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved