Rangkuman Pengetahuan Umum

12 Fakta Tentang Laba-Laba, Simbol Datangnya Kebahagiaan

12 Fakta Menarik Laba-Laba, Tidak Menyerang Manusia hanya Menyerang Ketika Merasa Diancam

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
pixabay
ilustrasi 12 Fakta Tentang Laba-Laba, Simbol Datangnya Kebahagiaan 

TRIBUNJOGJA.COM - Laba-laba umumnya dianggap sebagai hewan yang menakutkan, bahkan hampir tidak diharapkan ada di dalam rumah oleh siapa pun.

Dilansir dari Kompas.com, laba-laba adalah hewan dengan delapan kaki yang memiliki rambut di seluruh tubuh dan menghasilkan jaring dari ekornya.

Kehadiran makhluk ini di dalam rumah pasti akan menimbulkan kepanikan di kalangan penghuni.

Baca juga: 5 Fakta Unik Jaring Laba-laba, Lebih Kuat Dibandingkan Baja

Meskipun memiliki penampilan yang menyeramkan, berikut merupakan 12 fakta laba – laba yang menarik untuk diketahui:

1.     Mengendalikan Organisme Merugikan

Pada umumnya, laba-laba adalah predator serangga yang sering dianggap sebagai organisme merugikan.

Laba-laba dapat berperan dalam mengendalikan organisme merugikan, termasuk kecoak, kutu, lalat, ngengat, dan nyamuk.

Dengan membiarkan laba-laba mendiami rumah, kehadiran organisme merugikan ini dapat diminimalkan di lingkungan tersebut.

2.     Mempertahankan Keseimbangan Ekosistem

Walaupun banyak yang merasa cemas terhadap laba-laba, makhluk ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang sehat.

Mereka membantu mengurangi populasi serangga berbahaya dan juga berperan dalam proses penyerbukan tanaman.

Selain itu, laba-laba juga menjadi sumber makanan bagi sejumlah mamalia kecil.

3.     Tidak Bersifat Agressif Terhadap Manusia

Seringkali, manusia merasa takut terhadap laba-laba, padahal sebenarnya laba-laba tidak memiliki kecenderungan untuk menyerang manusia.

Hewan berjumlah delapan kaki ini tidak memiliki motif untuk menyerang manusia, kecuali jika mereka merasa dalam situasi yang mengancam.

Bahkan pada jenis laba-laba yang memiliki bisa, mereka tidak bersifat agresif.

Sebagai contoh, menurut National Geographic, laba-laba jenis black widow hanya akan melakukan serangan jika merasa terancam, seperti ketika manusia menginjak atau mengganggu mereka.

Baca juga: 5 TAFSIR MIMPI Laba-laba Menurut Primbon Jawa, Tak Melulu Pertanda Negatif, Ada Kesuksesan Menanti

4.     Ada sekitar 38.000 spesies laba-laba di dunia

Terdapat sekitar 38.000 jenis laba-laba yang ada di seluruh dunia, namun para ahli meyakini masih banyak lagi yang belum teridentifikasi.

5.     Laba-laba bukanlah serangga

Melainkan termasuk dalam kategori arakhnida.

Hal ini berbeda dengan anggapan umum yang sering menganggap mereka sebagai serangga.

Salah satu perbedaannya adalah laba-laba hanya memiliki dua segmen tubuh, berbeda dengan serangga yang memiliki tiga segmen tubuh.

6.     Tidak Semua Laba-laba Menghasilkan Jaring

Sebagian jenis laba-laba memang membuat jaring, tetapi semua laba-laba memproduksi sutra.

Biasanya, laba-laba menghasilkan jaring ketika mereka ingin menangkap mangsanya.

Namun, sekitar setengah dari spesies laba-laba lebih suka mencari mangsa secara aktif.

Mereka menggunakan sutra untuk berbagai tujuan, seperti mengikat tubuh mereka, membuat sarang telur, atau membangun tempat berlindung.

7.     Habitat Laba-laba

Sebagian besar spesies laba-laba mendiami lingkungan darat, tetapi terdapat jenis laba-laba seperti laba-laba rakit yang hidup di dalam air. Bahkan, beberapa dari laba-laba rakit ini mampu mengapung di permukaan air.

8.     Racun laba-laba lebih sering dimanfaatkan dalam pengobatan

Racun yang dihasilkan oleh laba-laba, terutama pada spesies black widow, memiliki potensi untuk menyebabkan gejala seperti nyeri otot, mual, hingga kelumpuhan diafragma, dan bahkan dapat berujung pada kematian.

Namun, racun tersebut lebih banyak dimanfaatkan secara kreatif dalam konteks pengobatan medis.

Sebagai contoh, para ilmuwan dari Chili sedang menggali potensi racun black widow sebagai komponen dalam pengembangan pil kontrasepsi untuk pria.

9.     Mekanisme Kerja Otot Kaki Laba-laba

Otot-otot yang dimiliki oleh laba-laba dapat mengontraksi kaki mereka ke dalam, tetapi untuk memperpanjang kakinya, laba-laba memerlukan cairan yang ada di dalam wilayah otot tersebut.

Inilah sebabnya mengapa pada laba-laba yang telah mati, posisi kaki cenderung menjadi bengkok.

10.  Pemanfaatan Sarang Laba-laba

Penelitian mengenai struktur dan ketahanan sarang laba-laba ternyata memiliki potensi untuk aplikasi dalam kehidupan manusia.

Salah satu contohnya adalah produksi sutra yang berasal dari jenis laba-laba tertentu yang dapat digunakan dalam pembuatan perlengkapan seperti parasut atau rompi anti-peluru.

11.  Sebagai Lambang Kebahagiaan

Dalam budaya Tiongkok kuno, laba-laba sering dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan disebut sebagai 'ximu' atau serangga yang membawa kebahagiaan.

Kejatuhan laba-laba di atas kepala seseorang bahkan dianggap sebagai momen yang membawa keberuntungan.

12.  Variasi Jenis Sutra yang Dihasilkan

Ketika sutra dihasilkan oleh laba-laba, ia awalnya berwujud cairan yang kemudian mengeras setelah terkena udara.

Laba-laba memiliki potensi untuk memiliki hingga tujuh jenis kelenjar sutra, dan masing-masing dari kelenjar tersebut menghasilkan jenis sutra yang memiliki karakteristik berbeda, termasuk sutra yang lembut, lengket, kering, atau elastis. ( MG Belinda Aviva Rahma )  

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved