Berita Kulon Progo Hari Ini
Dinpar Kulon Progo Berencana Kembangkan Wisata Arung Jeram di Sungai Progo Bagian Utara
Kini Dinpas Kulon Progo tengah berproses survei lokasi untuk mewujudkan Sungai Progo sebagai jalur wisata arung jeram bertaraf internasional.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo berencana untuk mengembangkan wisata arung jeram berkelas dunia di Sungai Progo bagian utara tepatnya Kapanewon Kalibawang.
Kini, pihaknya sedang berproses survei lokasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo , Joko Mursito mengatakan, survei lokasi dengan menggandeng pihak terkait untuk mewujudkan Sungai Progo sebagai jalur wisata arung jeram bertaraf internasional.
"Dinpar berusaha memetakan jalur yang digadang-gadang menjadi jalur wisata arus jeram internasional. Mudah-mudahan diberikan kelancaran dan bisa terwujud sebagai wisata minat khusus yang diinginkan oleh wisatawan domestik dan mancanegara," kata Joko, Kamis (22/6/2023).
Oleh karenanya, survei lokasi dilakukan bersama Pengelola Desa Wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan seluruh lurah di Kapanewon Kalibawang, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulon Progo serta Federasi Agung Jeram Indonesia (FAJI) DIY.
Baca juga: Famtrip Difabel di Kulon Progo, Peserta Diajak Kenali Proses Pembuatan Batik di Desa Wisata Banaran
"Koordinasi juga untuk memastikan status lahan lokasi dan konsep pengembangan arung jeram. Hal ini untuk mendukung harapan Gubernur DIY agar ada destinasi unggulan yang bisa diangkat sebagai ikon destinasi wisata baru yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Ketua Harian FAJI DIY, Hendra mengatakan, Sungai Progo zaman dulu pernah dijadikan sebagai tempat kejuaraan nasional maupun internasional.
Sehingga cocok digunakan untuk wisata olahraga ekstrem arung jeram berkelas dunia.
"Untuk grade, ada grade empat yang menjadikan Sungai Progo sebagai sungai kelas dunia untuk arung jeram. Jika musim hujan, semua titik bisa digunakan untuk pengarungan. Juga saat musim kemarau mulai dari Gerbang Samudera Raksa sampai DAM Ancol," kata Hendra.
Ia menyebut, durasi arung jeram di Sungai Progo bisa panjang maupun pendek.
Bahkan, pengarungan bisa multi day dari ujung utara sampai selatan dengan potensi panorama alam yang indah.
"Sementara di Sungai Progo bagian utara yang masuk Pedukuhan Duwet terdapat tiga titik yang bisa dijadikan sebagai tempat peristirahatan, pemberhentian perahu dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM)," ucapnya. ( Tribunjogja.com )
Seorang Santri Asal Bantul Meninggal Tertemper Kereta di Sentolo Kulon Progo |
![]() |
---|
HUT Ke-10, RSUD NAS Kulon Progo Resmikan Sejumlah Fasilitas Layanan Kesehatan Baru |
![]() |
---|
Underpass Kulur di Kulon Progo Ditutup Imbas Kerap Tergenang Air di Musim Penghujan |
![]() |
---|
Bayi Korban TPPO Dikembalikan ke Orang Tuanya Setelah Sempat Dirawat di RSUD Wates Kulon Progo |
![]() |
---|
1.056 Buruh Pabrik Rokok Terima BLT DBH CHT dari Pemkab Kulon Progo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.