Berita Kulon Progo Hari Ini

Seorang Santri Asal Bantul Meninggal Tertemper Kereta di Sentolo Kulon Progo

AW (17), remaja asal Kapanewon Kasihan, Bantul meninggal dunia seusai tertemper kereta yang melintas di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN JOGJA/Humas Polres Kulon Progo
Aparat Polsek Sentolo, Kulon Progo saat melakukan pemeriksaan di jalur perlintasan kereta di Kalurahan Sukoreno, Sabtu (11/01/2025). Seorang santri meninggal dunia usai tertemper Kereta Bandara yang melintas. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - AW (17), remaja asal Kapanewon Kasihan, Bantul meninggal dunia seusai tertemper kereta yang melintas di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Peristiwa yang menimpa seorang santri dari sebuah pondok pesantren di Kota Yogyakartaini ini terjadi pada Sabtu (11/01/2025) sekitar pukul 17.10 WIB.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, AKP Triatmi Noviartuti mengatakan AW tertemper oleh Kereta Bandara yang tengah melintas di wilayah Padukuhan Gembongan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo.

"Saat itu AW bersama temannya, R (16), bermain di sekitar rel kereta," jelas Novi memberikan keterangannya pada Minggu (12/01/2025).

AW bersama R bermain di atas jembatan yang menjadi jalur perlintasan kereta api.

Pada saat bersamaan, muncul Kereta Bandara yang melintas dari arah timur (Kota Yogyakarta) menuju barat.

Menurut Novi, saat itulah AW tertemper oleh Kereta Bandara yang tengah melintas.

Sedangkan R selamat dari kejadian tersebut, yang kemudian pulang ke rumah untuk memberitahukan keluarganya soal kejadian tersebut.

"R bersama ayah dan kakak kandungnya kemudian kembali ke jembatan untuk mengecek kondisi AW," ujarnya.

Novi mengatakan AW sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya masih jembatan.

Ayah dan kakak kandung R kemudian membawa jasad AW ke pinggir lalu melapor ke Dukuh Gembongan.

Aparat Polsek Sentolo kemudian datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari Dukuh Gembongan.

Mereka datang bersama Tim Inafis Polres Kulon Progo, PMI, BPBD, dan petugas KAI untuk melakukan pemeriksaan.

"Jasad AW kemudian dibawa ke RSUD Wates dan hasil pemeriksaan menyatakan korban mengalami luka berat di kepala, tangan, dan kakinya," kata Novi.

Berdasarkan keterangan R, ia dan AW merupakan santri dari sebuah pondok pesantren di Kota Yogyakarta.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved