Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

PPDB 2022/2023, Bupati Bantul Ingin Siswa Berprestasi Tersebar Merata di Semua Sekolah

Sehingga kedepan, tak ada lagi dikotomi sekolah favorit dan kurang favorit di Kabupaten Bantul.

Penulis: Agus Wahyu | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menginginkan terwujudnya pemerataan siswa berprestasi di seluruh sekolah pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022/2023 Kabupaten Bantul.

Sehingga kedepan, tak ada lagi dikotomi sekolah favorit dan kurang favorit di Kabupaten Bantul.

"Upaya ini bertujuan, agar prestasi tak hanya dapat diraih siswa-siswi yang telah memiliki input bagus. Tapi, bisa merata di setiap sekolah. Kedepan, pada pelaksanaan PPDB 2022/2023 ini nanti, mudah-mudahan bisa terwujud," kata Bupati Halim ketika menerima audensi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Rabu (11/5/2022).

Pada audensi tersebut Kepala Disdikpora, Isdarmoko menjelaskan persiapan PPDB 2022 kepada Bupati Bantul.

Pada PPDB tahun ini, ada beberapa perbedaan kuota penerimaan per jalurnya, di mana kuota untuk jalur prestasi akan ditambah.

Isdarmoko menyatakan, bahwa pada prinsipnya PPDB tahun ini hampir sama tahun kemarin, hanya saja ada sedikit perbedaan tentang jumlah kuota di jalur prestasi. Adapun jalur zonasi tahun ini menjadi 50 persen.

Baca juga: Bupati Halim Sebut Program TMMD Dukung Gerak Ekonomi Masyarakat Bantul

Baca juga: Bupati Halim Dorong Perbankan Optimalisasi Penyaluran KUR di Sektor Pertanian

"Sesuai Permendikbud, jalur zonasi minimal 50 persen. Pada jalur ini kami mengakomodasi calon pendaftar yang berada di radius 500 meter dari sekolah, itu wajib diterima," ucapnya.

Hanya saja, lanjutnya, calon pendaftar harus berdomisili setidaknya satu tahun.

Disdikpora pun akan bekerjasama dengan Disdukcapil untuk melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

"Sedangkan jalur prestasi kuotanya 30 persen, naik 5 persen dari tahun kemarin yang 25 persen," ucapnya.

Menurutnya, pertimbangan menambah kuota jalur ini, dinas ingin mengakomodasi anak-anak berprestasi.

Apalagi, ada Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah atau ASPD yang bisa menjadi alat seleksi jalur prestasi ini.

"Anak-anak yang berprestasi harus kita berikan tempat, peluang yang lebih besar. Maka, kita tambah 5 persen. Nanti yang dijadikan dasar seleksi jalur prestasi adalah nilai rapor 5 semester ditambah ASPD. Bobotnya ASPD 60 persen, rapor 40 persen," urainya. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved