Breaking News:

Kisah Inspiratif

Kisah Komunitas Sedulure Dewee dari Yogyakarta, Jadi Tempat Curhat Nasabah Terjerat Pinjol Ilegal

Selain menjadi tempat curhat nasabah, Komunitas Sedulure Dewee ikut memberikan solusi bagaimana agar mereka tidak terjerat pinjol ilegal.

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Anggota Komunitas Sedulure Dewee 

Mereka berdiri sejak 2018 dan sudah menerima ratusan curhat dari para nasabah.

“Pinjol ilegal itu biasanya akan menagih sebelum hari jatuh tempo. Jika lebih dari jatuh tempo nasabah tidak bayar, maka datanya akan disebar. Itu yang bikin takut,” tambah Oza, satu di antara pendiri Komunitas Sedulure Dewee yang ikut menimbrung dalam percakapan.

Penyebaran data itu sering dinilai memalukan lantaran data nasabah disebar ke kontak HP yang disimpan oleh nasabah itu sendiri.

Nasabah dipaksa untuk memperbolehkan aplikasi pinjol ilegal untuk membaca data kontak yang disimpan di HPnya.

Bisa saja, di kontak tersebut ada rekan kerjanya, keluarganya atau bahkan atasannya.

Baca juga: Pelaku Jual Beli Online Gunakan Uang Hasil Penipuan untuk Judi Bola Hingga Bayar Hutang

Sering Melakukan Edukasi dan Berikan Solusi

Selain menjadi tempat curhat nasabah, Komunitas Sedulure Dewee ikut memberikan solusi bagaimana agar mereka tidak terjerat pinjol ilegal.

Solusinya pun gratis tanpa dipungut biaya.

“Ada satu nasabah yang sempat kami tangani. Hutang pinjolnya itu sampai ratusan juta dan dia mau pinjam ke bank untuk nutup hutang itu. Ada juga yang terus memilih jual rumah,” beber Andre lagi.

Edukasi ini penting untuk terus dilakukan secara masif.

Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahanya lingkaran pinjol ilegal.

Selama ini, komunitas akan memberikan solusi sekaligus edukasi bagi nasabah yang sudah terjerat.

Bagi yang belum terjerat, mereka bisa menyimak tentang pinjol ilegal di YouTube Sedulure Dewee.

“Pinjol ilegal itu juga tidak punya standar yang jelas untuk menagih nasabah. Mereka akan menggunakan debt collector dan memaki-maki nasabah. Ini yang bikin kasihan juga,” kata Oza bergantian.

Tidak jarang, Komunitas Sedulure Dewee juga menjadi tempat sampah para debt collector.

Nomor nasabah yang terjerat pinjol ilegal akan ditinggal di markas. Sehingga, ketika ada debt collector menelpon, anggota komunitas yang akan angkat.

“Jadi kadang debt collector ikut memaki kami,” kata mereka berdua tertawa.

Mereka berharap, pemerintah juga ikut gencar membasmi para pinjol ilegal yang tumbuh subur di Indonesia agar tidak ada orang yang terjerat pusaran tak berujung. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved