Breaking News:

PSTKM

Selama PSTKM, Balai PRSW DInsos DIY Tiadakan Kegiatan Luar Ruang

Selama pemberlakuan masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) membuat aktivitas luar ruang di balai Perlindungan Rehabilitasi

Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Kepala Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Dinsos DIY, Retno Basundari 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama pemberlakuan masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) membuat aktivitas luar ruang di balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Wanita (PRSW) Dinas Sosial DIY ditiadakan sementara.

Kepala Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Dinsos DIY, Retno Basundari menjelaskan, ditiadakan kegiatan luar ruang untuk menghindari kontak dengan orang lain serta mentaati peraturan pemerintah.

"Biasanya kegiatan luar ruang rutin kami lakukan meliputi praktek belajar kerja,terapi relaksasi, hingga dinamika kelompok. Biasanya dari kegiatan ourdoor dilakukan agar para klien (pasien) mendapatkan sertifikasi. Namun, akan terjadi kemunduran mengingat situasi yang belum kondusif," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (13/01/2021).

Baca juga: Berapa Kali Idealnya Ganti Pembalut Tiap Hari Saat Haid?

Baca juga: Tantangan Pembinaan Sepak Bola Usia Muda di Tengah Pandemi

Tak hanya pembatasan kegiatan, pihak balai PSRW pun lakukan pengetatan saat jam kunjungan bagi para kerabat yang hendak menjenguk.

Sebelum menjenguk harus mendapatkan izin dari pihak pekerja sosial (peksos) terlebih dahulu.

"Ya, kami buat pintu-pintunya melalui peksos. Jadi, siapa yang hendak datang harus lapor ke sana dulu. Nanti, peksos lah yang berhak memberikan izinnya," terangnya.

Begitu pula bagi penerimaan rujukan klien (pasien) baru diharuskan memiliki surat tes Rapid Antigen serta melakukan isolasi mandiri di wisma balai.

Pada masa isolasi, klien (pasien) tidak diperbolehkan bergabung dengan klien yang lama.

"Kami buatkan wisma khusus namanya Srikandi yang diperuntukkan sebagai ruang isolasi. Lama isolasi selama 2 minggu, apabila tidak ada keluhan selesai masa isolasi baru diizinkan mengikuti kegiatan di balai," tuturnya.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG: Kamis Besok, Waspadai Potensi Hujan Angin di Sejumlah Wilayah

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Tetap Optimalkan Layanan Publik Meski Pegawai 75 Persen WFH

Sedangkan, agar para klien (pasien) tidak mengalami kejenuhan selama proses pengobatan.

Pihak balai PSRW memperbanyak kegiatan dalam ruangan.

"Kami akali dengan menambahkan kegiatan di balai. Mulai dari melukis, menari, hingga bernyanyi supaya mengurangi tingkat kejenuhan pasien (klien)," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved