Breaking News:

Malam Tahun Baru

Sebanyak 20 Linmas Perempuan Siap Bertugas Kawal Keamanan di Malioboro Saat Malam Tahun Baru

Sebanyak 20 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) perempuan sudah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Aksi Isdariningsih saat membantu pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Malioboro, Kamis (31/12/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 20 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) perempuan sudah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk ikut mengamankan puncak pergantian tahun di Malioboro.

Para Linmas perempuan tersebut berjaga-jaga serta memberikan edukasi kepada wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes) ketika berada di kawasan Malioboro.

Salah satu anggota Linmas Isdariningsih saat dijumpai di Malioboro nampak bersemangat memberikan arahan kepada wisatawan, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: Polres Klaten akan Tindak Tegas Warga yang Gelar Konvoi saat Malam Pergantian Tahun Baru

Baca juga: Pulang dari Inggris, Seorang Warga China Positif Terpapar Virus Corona Varian Baru

Ia bahkan tak sungkan untuk menegur wisatawan yang tidak mengenakan masker, serta mereka yang berjalan berlawanan arah saat melintas di pedesterian Malioboro.

"Tugasnya sama, ada empat yaitu mencegah kerumunan, menegur wisatawan untuk cuci tangan, pakai masker dan mengingatkan pejalan kaki untuk berjalan di satu jalur," katanya, kepada Tribun Jogja.

Perempuan yang biasa disapa Iis ini tetap merasa khawatir apabila dirinya terpapar Covid-19 lantaran tugasnya sebagai penegak hukum.

Ia menyadari bahwa aktivitasnya tersebut bersinggungan langsung dengan banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

"Khawatir tetap ada, tapi ya ini bentuk dari tugas. Asalkan tetap jaga kesehatan mudah-mudahan aman," ungkapnya.

Dia menjelaskan, tugas mulianya itu dilakukan sejak pukul 08.00 sampai jam 16.00, dengan satu sifatnya terdapat dua Linmas perempuan yang berjaga di Malioboro.

Iis tergabung ke dalam Linmas Kecamatan Keraton.

Dirinya mulai aktif sejak tahun 2014 silam.

Sejak itu lah perempuan yang satu ini mulai terlibat dalam pengamanan hari besar.

Baca juga: Per 1 Januari 2021, Rumah Singgah Teratai RSUD Wates Kulon Progo Tidak Merawat Pasien Covid-19

Baca juga: Harapan Bos PSIM Yogyakarta untuk Kompetisi Sepak Bola di Tahun 2021

"Saya mulai aktif itu tahun 2014 lalu. Ya sejak itu mulai ikut bertugas di hari-hari besar," katanya.

Sebagai penegak hukum, Iis juga sempat merasakan pengalaman yang kurang mengenakan dirinya.

Ia mengaku pernah mendapat respon yang kurang menyenangkan dari wisatawan, ketika dirinya menegur untuk mentaati prokes.

"Pernah saya menegur malah saya yang balik ditegur. Kata orang itu, kenapa kok ngatur-ngatur. Ya hal-hal seperti itu," ujarnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved