Update Corona DI Yogyakarta

Total Tembus 2.971 Kasus, Pasien Covid-19 di Bantul Terus melonjak, Ini Penyebabnya 

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Projotamansari terus mengalami peningkatan signifikan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Ahmad Syarifudin
Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul dr Sri Wahyu Joko Santoso 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Projotamansari terus mengalami peningkatan signifikan.

Data yang dirilis dari Dinas Kesehatan Bantul per-selasa 29 Desember 2020, hingga pukul 15.30 WIB, bertambah 87 pasien, sehingga total keseluruhan mencapai 2.971 kasus. 

Dari total jumlah tersebut, 2.351 pasien sudah dinyatakan sembuh dan 83 orang meninggal dunia.

Sementara, 537 pasien lainnya, masih menjalani isolasi.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, dr SW Joko Santoso menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 di Bantul mengalami peningkatan disebabkan oleh sejumlah faktor.

Baca juga: Kasus Covid-19 Makin Tak Terkendali, Kebun Raya Gunung Tidar Kembali Ditutup

Baca juga: Inilah Harga dan Spesifikasi Hp Vivo V20 yang Dibekali RAM 8GB

Pertama, karena tingkat mobilitas warga di Kabupaten Bantul sudah semakin tinggi.

Bahkan, cenderung bebas seperti masa normal.

Terlebih, protokol kesehatan (prokes) dinilai belum diterapkan secara maksimal.

"Itu yang membuat kasus semakin tinggi," kata SW Joko Santoso atau biasa disapa Oki, Rabu (30/12/2020).

Selain itu, ada juga faktor lain mengapa perkembangan kasus di Bantul semakin tinggi.

Menurut Oki, bisa disebabkan oleh adanya virus dengan varian baru yang bisa menular lebih cepat dibanding sebelumnya.

Kendati, Ia belum bisa memastikan, apakah virus baru tersebut sudah ada Indonesia apa belum.

Sebab, varian baru dari SARS-CoV-2 tersebut hanya bisa terdeteksi melalui laboratorium khusus mikro biologi.

Bantul belum memiliki laboratorium tersebut. 

"Yang memiliki laboratorium itu, kan UGM dan Provinsi. Kita belum mengetahui. Apakah ada varian baru apa belum. Karena gejala yang muncul sama, jadi tidak bisa dilihat dari luar, dari gejala klinis maupun gejala lain," jelasnya. 

Baca juga: Kisah Nenek yang Diusir dan Dibuang Anaknya Sendiri, Kini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Kecil

Baca juga: Setelah Ucapkan Selamat Tahun Baru 2021 Jangan Lupa Baca Doa Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved