Breaking News:

Kasus Covid-19 Makin Tak Terkendali, Kebun Raya Gunung Tidar Kembali Ditutup

Kebun Raya Gunung Tidar sempat dibuka dengan pembatasan ketat namun ditutup kembali karena kenaikan kasus Covid-19 tidak terkendali.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pemkot Magelang berencana membangun gardu pandang di Gunung Tidar 

TRIBUN-JOGJA.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, OT Rostriyanto mengungkapkan, Kebun Raya Gunung Tidar saat ini ditutup sementara.

Sebelumnya, selama beberapa bulan, Kebun Raya Gunung Tidar sempat dibuka dengan pembatasan ketat dan waktu operasi yang terbatas.

Namun, menurut Rostriyanto, pihaknya kembali mengubah kebijakan karena kenaikan kasus Covid-19 makin tak terkendali.

"Penutupan sementara di wilayah Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang kembali dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan," jelas OT Rostriyanto, Rabu (30/12/2020).

OT Rostriyanto menambahkan, selain Kebun Raya Gunung Tidar, kawasan Alun-alun Kota Magelang juga menjadi perhatian utama.

"Keberadaan taman bermain anak dan air mancur bahkan sudah lebih dulu ditutup," kata OT Rostriyanto seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/12/2020).

Sementara itu, untuk tempat bermain anak, OT Rostriyanto mengaku, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang sudah berusaha untuk menutup operasi.

"Akan tetapi, sebagian masyarakat ada yang nekat masuk ke arena itu dan tak jarang menimbulkan kerumunan," sambungnya.

Guna mengatasi kejadian tersebut, OT Rostriyanto mengatakan, Pemkot Magelang berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak kepolisian, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan menggelar operasi yustisi.

Ia pun berharap, masyarakat bisa tetap di rumah pada malam pergantian tahun nanti agar tidak muncul klaster penularan Covid-19.

Selain tempat wisata dan alun-alun kota, keberadaan taman-taman publik juga menjadi perhatian Pemkot Magelang.

Pasalnya, keberadaan taman-taman ini rawan dikunjungi masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerumunan.

Atas dasar itu, DLH memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak datang ke fasilitas publik tersebut.

"Kami larang untuk datang ke taman-taman dan minta mereka terapkan protokol kesehatan," tegas OT Rostriyanto.

Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Editor: AMALIA PURNAMA SARI
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved