Breaking News:

Masih Temui Kendala, Museum di DI Yogyakarta Belum Terima Sertifikasi CHSE

Pedoman CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi acuan bagi seluruh industri wisata.

Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Kurator Museum Sandi saat menunjukkan prokes ditandai dengan simbol persegi berwarna kuning pada Kamis (26/11/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pedoman CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi acuan bagi seluruh industri wisata.

Hal inilah, yang membuat Museum di DIY berlomba untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bukti legalitas dalam menjalankan prokes di masa pandemi.

Namun, dalam perjalanannya masih banyak ditemui kendala bagi para pengelola museum untuk mendapatkan sertifikat CHSE tersebut.

Kurator Museum Sandi Yogyakarta, Asnan Arifin mengatakan, pihaknya sempat bingung dalam mendaftarkan museum agar mendapatkan sertifikasi CHSE.

Baca juga: Bawa Samurai dan Gear di Kasihan Bantul, 7 Anak di Bawah Umur Diamankan Polisi

Baca juga: Kapolda Jateng : Peserta Pilkada Dilarang Kumpulkan Massa Pasca Pemungutan Suara

"Soalnya kategori Museum tidak ada dalam pendaftaran. Sehingga, pihaknya pun sempat berkonsultasi kepada Kemenparekraf terkait hal tersebut," jelasnya kepada Tribun Jogja, Selasa (08/12/2020).

Ia menambahkan, saat ini proses pendaftaran sudah berjalan.

Namun, pihaknya masih menunggu persetujuan dari pusat terkait sertifikasi.

Untuk mendapatkan sertifikasi, Kemenparekraf harus melakukan peninjauan secara langsung.

"Ya, masih menunggu asesmen dari pusat. Karena, kami juga perlu legalitas bahwa Museum kami layak untuk dikunjungi dan mematuhi prokes," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved