Breaking News:

Kapolda Jateng : Peserta Pilkada Dilarang Kumpulkan Massa Pasca Pemungutan Suara

Semua pasangan calon (paslon) Pilkada di kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah termasuk Kabupaten Klaten dilarang mengumpulkan massa

Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi (kanan) didampingi Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu (kiri) saat ditemui di Mapolres Klaten, Selasa (8/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Semua pasangan calon (paslon) Pilkada di kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah termasuk Kabupaten Klaten dilarang mengumpulkan massa atau melakukan konvoi kemenangan pasca pemungutan suara Pilkada serentak, Rabu (9/12/2020) besok.

Hal itu ditegaskan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, karena tidak ingin munculnya klaster COVID-19 pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Tidak ada pesta (kemenangan) pengumpulan masyarakat, jadi nggak ada pesta. Pasti akan kita bubarkan karena saya tidak pengen Pilkada menjadi klaster COVID-18," ujarnya saat ditemui di Mapolres Klaten, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Beri Sejumlah 144 Anugerah Prestasi Kepada Mahasiswa

Baca juga: KPU Gunungkidul Putuskan untuk Melakukan Cek Kesehatan Bagi KPPS yang Belum Rapid Test

Jenderal Bintang dua itu menambahkan, untuk mencegah klaster COVID-19, selain melarang pengumpulan massa, pihaknya juga bakal menegakan protokol kesehatan di tempat pemungutan suara (TPS).

"Protokol kesehatan betul-betul harus kita tegakan dengan melakukan operasi yustisi secara bersama, baik itu Polri maupun TNI," katanya.

Kemudian, orang nomor satu di Kepolisian Jawa tengah itu menjelaskan jika seluruh personel polisi yang diturunkan untuk pengamanan Pilkada dalam keadaan sehat dan terbebas dari COVID-19.

"Kita sudah lakukan cek kesiapan APD anggota, jadi anggota Polri (yang diturunkan pengamanan Pilkada) tidak ada yang mempunyai penyakit terutama terpapar COVID-19. Karena sebelumnya sudah kita lakukan swab test," tegasnya.

Terakhir, Irjen Pol Ahmad Luthfi juga mengatakan peserta Pilkada serentak 2020 harus memiliki komitmen untuk siap menang ataupun kalah dan menerima hasil dari pesta demokrasi itu dengan jiwa besar.

"Jadi sejak awal para Kapolres telah mempunyai inisiatif dengan paslon untuk membikin pernyataan bersama. Para paslon, baik yang head to head maupun perorangan untuk bikin pernyataan bahwa nanti apapun hasilnya mereka siap kalah dan siap menang," imbuhnya.

Sementara, Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan pengamanan pilkada serentak tahun 2020 ini berbeda dengan pengamanan-pengamanan tahun sebelumnya.

Baca juga: KPU Kota Magelang Targetkan Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Mencapai 80 Persen

Baca juga: Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Datangi Bawaslu DIY, Bawa Wajan, Telur, dan Sembako

Sebab, pada Pilkada tahun 2020 ini dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 dan potensi bencana erupsi Gunung Merapi.

"Kita minta personel untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan selama menjalankan tugas pengamanan Pilkada 2020 ini," ujarnya.

Menurut Kapolres, pihaknya untuk pengamanan Pilkada Klaten 2020, menurunkan 638 personel untuk melaksanakan penjagaan di tempat pemungutan suara (TPS).

Selanjutnya, 185 personel untuk melaksanakan patroli dari gabungan Polres dan personel BKO Polda Jawa Tengah.

"Selain itu juga terdapat 419 personel Kodim 0723/Klaten serta 5390 personel perlindungan masyarakat (linmas)," tandasnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved