Update Corona di DI Yogyakarta
Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang di Sleman Bisa Digunakan Lagi
Dua FKDC Sleman bisa menerima pasien asimtomatik dan gejala ringan sejak 25 November lalu.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) Sleman sudah bisa menerima pasien COVID-19 asimtomatik.
Sebelumnya dua FKDC Sleman yaitu Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang tidak menerima pasien COVID-19 lagi pada 20 November 2020 karena penuh.
Dari 138 ruang di Asrama Haji, hanya tersisa 3 saja.
Sedangkan dari 74 ruangan di Rusunawa Gemawang terisi 73.
Baca juga: Dapat Tawaran Asrama Unisa, Pemkab Sleman Tunda FKDC Kalasan
Meskipun tersisa 1 ruang, namun ruangan tersebut tidak bisa digunakan karena kran air mati, sehingga dinyatakan penuh.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan dua FKDC Sleman bisa menerima pasien asimtomatik dan gejala ringan sejak 25 November lalu.
Hal itu karena pasien yang sudah menjalani 10 hari perawatan di FKDC diperbolehkan pulang pulang.
Selain itu, perbaikan beberapa ruangan juga sudah dirampungkan.
"Saat ini sudah bisa digunakan lagi. Kan tidak bareng, ada yang masuk, ada yang keluar, tidak sama. Sekarang sudah bisa digunakan,"katanya, Jumat (27/11/2020).
Ia melanjutkan saat ini masyarakat diperkenankan untuk isolasi mandiri di rumah.
Namun terbatas pada pasien COVID-19 asimtomatik dan gejala ringan.
Baca juga: Faskes Darurat Covid-19 di Sleman Penuh, Ini Penjelasan dan Langkah Dinas Kesehatan
Sedangkan bagi pasien yang bergejala sedang hingga berat tetap harus mendapat perawatan di rumah sakit rujukan.
"Sekarang diperbolehkan untuk isolasi mandiri, dengan catatan rumah memang memungkinkan untuk isolasi mandiri. Dan tentu harus mendapat persetujuan dari satgas COVID-19 setempat," lanjutnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan pihaknya mendapat tawaran dari Universitas Aisyah (Unisa) Yogyakarta untuk memanfaatkan asrama Unisa sebagai tambahan FKDC. Ada 50 ruang asrama, masing-masing ruangan terdiri dari dua kamar tidur.
"Jika dioptimalkan bisa untuk 100 pasien. Untuk tenaga kesehatan nanti dibagi menjadi tiga shift, pagi, siang, dan malama. Kami akan membuka rekrutmen relawan karena tenaga kurang," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)