Update Corona di DI Yogyakarta
Dapat Tawaran Asrama Unisa, Pemkab Sleman Tunda FKDC Kalasan
Pemkab Sleman mendapat tawaran asrama dari Universitas Aisyiah (Unisa) Yogyakarta yang memiliki 50 ruangan isolasi.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman menunda persiapan Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) di Kalasan.
Awalnya FKDC di Kalasan merupakan satu di antara alternatif setelah Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang penuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan Pemkab Sleman mendapat tawaran asrama dari Universitas Aisyiah (Unisa) Yogyakarta.
Sebelumnya Unisa Yogyakarta memiliki kamar-kamar untuk isolasi bagi warga Muhammadiyah.
Baca juga: Tunggu Lampu Hijau Pemkab Sleman, Dinsos DIY Canangkan Membuka Shelter COVID-19 yang Baru
Namun setelah diskusi asrama tersebut boleh dipergunakan untuk umum.
"Kalasan memang sudah dirintis lama, tetapi belakangan Unisa menawarkan asrama untuk isolasi. Dengan catatan operasional bisa kerja sama antara Unisa dengan Pemkab Sleman. Jadi untuk Kalasan sementara belum dulu," katanya, Selasa (24/11/2020).
Ada 50 ruangan isolasi yang nantinya bisa dimanfaatkan.
Setiap ruang isolasi memiliki dua tempat tidur, sehingga jika dioptimalkan bisa merawat 100 pasien positif COVID-19 asimtomatik.
Untuk petugas kesehatan di asrama Unisa, pihaknya akan memobilisasi petugas kesehatan puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sleman.
Sebab paling tidak dalam satu hari membutuhkan minimal 8 tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga shift.
"Unisa hanya bisa menyiapkan 5 sampai 6 petugas, kalau dibagi tiga shift, pagi, siang, dan malam, minimal ada 8 petugas. Kami akan tetap memobilisasi petugas di puskemas, nanti akan dibuat jadwal," terangnya.
Baca juga: Faskes Darurat Covid-19 di Sleman Penuh, Ini Penjelasan dan Langkah Dinas Kesehatan
Pihaknya juga akan membuka rekrutmen relawan.
Dengan demikian kebutuhan tenaga kesehatan baik di Asrama Haji, Rusunawa Gemawang, maupun di Asrama Unisa nantinya tidak mengalami kekurangan.
Joko menyebutkan selain Unisa Yogyakarta, UII (Universitas Islam Indonesia) juga menawarkan ruang isolasi bagi pasien positif COVID-19 asimtomatik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dapat-tawaran-asrama-unisa-pemkab-sleman-tunda-fkdc-kalasan.jpg)