Berita Kriminal

Kronologi Remaja di Bantul Terluka Akibat Celurit yang Dibawa Saat Nongkrong

Seorang pelajar 16 tahun di Bantul menjadi korban pembacokan saat pulang nongkrong dini hari di Jalan Srandakan, Triharjo. 

Istimewa
PEMBACOKAN : Barang bukti celurit yang digunakan untuk penganiayaan pelajar di Jalan Srandakan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. 

 

 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pelajar 16 tahun di Bantul menjadi korban pembacokan saat pulang nongkrong dini hari di Jalan Srandakan, Triharjo. 
  • Kronologi lengkap, keterangan polisi, hingga kondisi korban dibawa ke RS UII.

 

Bantul Tribunjogja.com -- Dini hari di Pandak, Bantul, seharusnya menjadi waktu tenang ketika sebagian besar warga terlelap. 

Namun, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, ketenangan itu pecah oleh sebuah peristiwa yang meninggalkan luka mendalam, bukan hanya di tubuh seorang pelajar, tetapi juga di hati masyarakat yang mendengarnya.

Seorang remaja laki-laki berinisial LDH (16), pelajar asal Kapanewon Pandak, menjadi korban pembacokan. 

Luka-luka yang dideritanya adalah bukti nyata bahwa jalanan yang lengang sekalipun bisa menyimpan ancaman.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan. 

Malam itu, sekitar pukul 01.00 WIB, korban bersama teman-temannya nongkrong di bulak sawah Ngabean, Kalurahan Triharjo.

Nongkrong di sawah, sebuah kebiasaan remaja yang mencari kebebasan di tengah malam, menjadi awal dari tragedi.

Menjelang pukul 03.25 WIB, mereka memutuskan pulang. 

Korban membonceng bertiga dengan sepeda motor PCX bernomor polisi AB 5950 GV, miliknya sendiri. 

LDH duduk di bagian belakang, seolah menjadi penutup perjalanan malam itu. Namun, hanya beberapa menit kemudian, perjalanan pulang berubah menjadi mimpi buruk.

Saat motor mereka melintas dari bulak sawah Ngabean menuju Jalan Srandakan, tiba-tiba muncul dua orang tak dikenal. 

Mereka mengendarai motor Aerox, tanpa nomor polisi yang jelas. Kehadiran mereka bukan sekadar lewat, melainkan langsung menghadang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved