Markas Scam Internasional

Markas Love Scamming Sleman Bukan Jaringan Sembarangan: Pakai Agen Wanita

Kasus Polresta Yogyakarta Bongkar Markas Love Scamming di Sleman, 64 Orang Diamankan. Modus Love Scamming Melalui Aplikasi Kencan Cina

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
SEPI: Rumah dua lantai di jalan Gito-gati tepatnya di Donoharjo, Ngaglik, tampak sepi. Rumah ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. 

 

Ringkasan Berita:Polresta Yogyakarta menggerebek markas love scamming di Jalan Gito‑Gati Sleman
 
  • 64 orang diamankan dan puluhan laptop serta ponsel disita sebagai barang bukti.
  • Modus operandi menggunakan aplikasi kencan asal Cina dengan skema pembelian koin dan pengiriman konten berbayar.
  • Enam tersangka ditetapkan, termasuk CEO, HRD, project manager, dan team leader; kasus masih didalami.

 

Yogyakarta Tribunjogja.com -- Polresta Yogyakarta melalui Tim Satreskrim melakukan penggerebekan terhadap sebuah ruko di Jalan Gito‑Gati, Kabupaten Sleman pada Senin, 5 Januari 2026.

Operasi itu merupakan tindak lanjut dari patroli siber yang mengungkap aktivitas penipuan berkedok hubungan asmara atau love scamming. 

Dari lokasi yang beralamat sebagai kantor PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta, polisi mengamankan 64 orang serta menyita puluhan perangkat elektronik yang digunakan untuk operasional.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB setelah adanya indikasi kuat bahwa ruko tersebut dipakai sebagai pusat kegiatan penipuan daring. 

Barang bukti yang diamankan antara lain 50 unit laptop, 30 unit ponsel, 4 unit kamera pengawas (CCTV), dan 2 unit router Wi‑Fi. 

Seluruh barang bukti dan para terduga pelaku dibawa ke kantor kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Enam Tersangka dan Peran

TERSANGKA - Enam tersangka kasus love scaming di Sleman ditahan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). Polisi telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka
TERSANGKA - Enam tersangka kasus love scaming di Sleman ditahan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). Polisi telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka (Tribunjogja.com/Miftahul Huda)

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menetapkan enam orang tersangka dengan peran berbeda dalam struktur organisasi operasional. Para tersangka adalah:

  • R (35) asal Sleman, diduga sebagai CEO agen penyedia jasa.
  • H (33) asal Kebumen, berperan sebagai HRD.
  • P (28) asal Ponorogo, berperan sebagai project manager.
  • V (28) asal Bandung, berperan sebagai team leader.
  • G (22) warga Bantul, berperan sebagai team leader.
  • M (28) perempuan asal Kabupaten Nulle, NTT, berperan sebagai project manager.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyatakan bahwa perekrutan tenaga relatif mudah; calon pekerja hanya disyaratkan mahir berbahasa Inggris. 

Banyak karyawan awalnya mengira mereka bekerja sebagai customer service biasa, namun praktik operasional berbeda setelah mereka mulai bertugas sebagai admin percakapan pada aplikasi kencan.

Hasil pendalaman dari pihak kepolisian mengungkap, para karyawan atau operator ini mendapat gaji setiap bulan senilai Rp2,4 juta hingga Rp3 juta rupiah.

Mereka juga mendapatkan bonus intensif menyesuaikan performa kerja. Total karyawan di sana antara 160 hingga 200 orang.

 • Penggerebekan Ruko di Sleman: Diduga Markas Penipu Jaringan Internasional

Modus Operandi Love Scamming

BARANG BUKTI - Polisi memperlihatkan barang bukti beserta tersangka kasus love scaming yang bermarkas di Sleman, Rabu (7/1/2026). Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini
BARANG BUKTI - Polisi memperlihatkan barang bukti beserta tersangka kasus love scaming yang bermarkas di Sleman, Rabu (7/1/2026). Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini (Tribunjogja.com/Miftahul Huda)

Hasil penyelidikan menunjukkan modus operandi yang sistematis dan terstruktur artinya mereka bukan jaringan penipuan kaleng-kaleng. 

Perusahaan penyedia tenaga kerja menerima permintaan dari pemilik aplikasi kencan daring asal Cina. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved