Markas Scam Internasional
Markas Love Scamming Sleman Bukan Jaringan Sembarangan: Pakai Agen Wanita
Kasus Polresta Yogyakarta Bongkar Markas Love Scamming di Sleman, 64 Orang Diamankan. Modus Love Scamming Melalui Aplikasi Kencan Cina
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Perangkat yang digunakan telah diinstal aplikasi tersebut beserta foto dan video berunsur pornografi yang disiapkan untuk keperluan pendekatan kepada pengguna asing.
Para agen atau admin chat berperan sebagai wanita virtual yang menyesuaikan persona dengan negara asal korban.
Target utama adalah pengguna aplikasi dari negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.
Interaksi dimulai dengan pendekatan emosional dan bujuk rayu untuk membangun kepercayaan.
Setelah hubungan terjalin, korban diarahkan melakukan transaksi pembelian koin atau top up untuk mengirimkan gif berbayar.
Akses ke foto atau video pornografi diberikan secara bertahap dan hanya dapat dibuka setelah korban mengirimkan gif dengan nilai tertentu.
Polisi menemukan bukti bahwa konten pornografi disimpan dan digunakan sebagai alat pemerasan ekonomi.
Selain itu, penggunaan CCTV dan jaringan Wi‑Fi internal memperlihatkan tingkat profesionalitas operasional yang tinggi, sehingga korban sulit melacak asal dana yang mereka keluarkan.
Tindak Pidana dan Ancaman Hukuman
Para tersangka dikenakan sejumlah pasal dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana dan undang‑undang terkait informasi elektronik serta pornografi.
Ancaman hukuman yang disampaikan pihak kepolisian berkisar minimal 6 bulan hingga maksimal 10 tahun penjara, tergantung pasal yang terbukti dan peran masing‑masing pelaku.
Proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan markas serupa di daerah lain seperti Lampung.
Pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa total tenaga kerja yang terlibat dalam jaringan ini mencapai 160 hingga 200 orang, dengan markas lain yang beroperasi di Lampung dan dikelola oleh struktur yang sama.
Hal ini menunjukkan skala operasi yang besar dan terorganisir, serta potensi kerugian finansial yang signifikan bagi korban internasional.
Polisi menegaskan akan terus mendalami aliran dana, pemilik aplikasi, serta pihak luar negeri yang memerintahkan skema operasional tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KASUS-praktik-scammer-jaringan-internasional-di-sleman.jpg)