Pelantikan Pengurus DPD ASITA DI Yogyakarta, Harus Merespon Perubahan Tren Wisata
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) DIY telah melantik dewan pengurus baru
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) DIY telah melantik dewan pengurus baru pada Selasa (3/11/2020).
Kegiatan dilakukan secara hybrid yaitu menggabungkan penyelanggaraan offline dan online di GM Production.
Dengan pengurus yang baru ini, diharapkan mampu mendorong perkembangan jasa perjalanan di DIY di masa pandemi ini.
Hery Setyawan, dari Total Nusa Tour yang terpilih menjadi ketua ASITA DIY periode 2020-2025 mengatakan bahwa di masa pandemi ini bisnis belum sepenuhnya berjalan dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi ASITA.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pendekatan digital.
Baca juga: Puslatda PON XX DIY Mulai Adaptasi Venue Sebelum Latihan Resmi Digelar
Baca juga: Petani Bantul Terima Bantuan 500 Paket Pompa Air Konversi BBM ke BBG
"Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir dan kita tidak bisa menunggu. Dan saya lihat sudah ada anggota kita yang menjual paket virtual tour, dan nyatanya bisa dijual," jelasnya.
Langkah ini seperti melihat pameran travel, jika dulu masyarakat datang untuk melihat pameran sambil mengambil brosur, maka saat ini hal itu diganti dengan kemasan digital seperti video.
Rasa penasaran orang tentang kondisi tempat tujuan wisata bisa terpuaskan dengan cara ini.
Paket ini juga berguna buat perbendaharaan masyarakat akan destinasi wisata, dan kelak setelah pandemi ini selesai, mereka bisa datang langsung.
"Ini juga menjaga agar komunikasi tidak terputus. Salah satu cara menunjukkan pada dunia, bahwa kita masih hidup, masih kreatif dan berusaha," ujarnya.
Hery juga melihat bahwa pandemi ini mengubah tren pariwisata di mana saat ini lebih banyak wisatawan dengan kelompok kecil dan keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi. Ia pun menekankan bahwa ASITA akan beradaptasi dengan tren baru ini dengan membuat program baru termasuk memaksimalkan domestic tourism.
Kepala Dinas Pariwasata DIY, Singgih Raharjo juga membenarkan bahwa tren saat ini adalah kunjungan wisata dengan skala kelompok kecil dan keluarga.
Destinasi wisata yang banyak dituju adalah yang outdoor dan berjarak dekat. Terbukti pada long weekend kemarin, banyak mobil pribadi yang masuk ke DIY.
Baca juga: Massa di Klaten Gelar Orasi Terbuka, Protes Presiden Prancis dan Tolak UU Cipta Kerja
Baca juga: Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro: Gubernur DIY Akui Sulit Tentukan Tempat Parkir Baru di Malioboro
"Sekarang lebih ke self traveler. Sementara ASITA, pelayanan yang mereka berikan adalah pelayanan transport, tiketing, penglolaan travel termasuk pemanduan. Tren ini harus direspon untuk menjawab tantangn ini. Kalau sekarang adalah trend wisatawan dengan jumlah kecil maka buat paket-paket kecil. Itu yang paling penting," ujarnya.
ASITA diharapkan bisa lebih maksimal menggarap pasar domestik lantaran akses wisatawan mancanegara juga belum bisa ditentukan kapan bisa pulih seperti semula.