Petani Bantul Terima Bantuan 500 Paket Pompa Air Konversi BBM ke BBG
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Republik Indonesia
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, bersama anggota Komisi VII DPR-RI Gandung Pardiman membagikan 500 unit paket mesin pompa air konversi Bahan Bakar Mintak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada petani sasaran di Bantul.
Penggunaan bahan bakar gas untuk mesin pompa air dianggap lebih ramah lingkungan dan dapat menghemat ongkos produksi Petani.
Kepala Seksi Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Mariani mengatakan, konversi mesin pompa BBM ke BBG sudah pernah diuji-cobakan pada tahun 2019 lalu.
Di mana saat itu ada 1.000 paket yang dibagikan sebagai pilot projek.
Hasilnya, kata dia, cukup menggembirakan.
Kemudian, pada tahun 2020 diadakan lagi dengan total 10.000 paket dan dibagikan kepada nelayan dan petani di 24 Kabupaten/ kota se-Indonesia.
Sebanyak 500 paket di antaranya, didistribusikan untuk petani di Kabupaten Bantul.
Baca juga: Massa di Klaten Gelar Orasi Terbuka, Protes Presiden Prancis dan Tolak UU Cipta Kerja
Berdasarkan hasil testimoni para petani, menurut Mariani, penggunaan mesin pompa berbahan bakar gas sangat membantu untuk menghemat ongkos produksi.
"Lebih hemat sekitar 50 persen," ujar dia, saat distribusi paket konversi BBM ke BBG untuk mesin pompa air di Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Selasa (3/11/2020).
Ia menjelaskan, satu tabung gas 3 kilogram jika digunakan sebagai bahan bakar, mampu menghidupkan mesin pompa air selama kurang lebih 7 - 8 jam.
Jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak, dengan waktu pengoperasian yang sama, 7 - 8 jam, maka membutuhkan BBM sebanyak 7 - 8 liter.
Artinya, kata dia, penggunaan bahan bakar gas lebih hemat.
Baca juga: Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro: Gubernur DIY Akui Sulit Tentukan Tempat Parkir Baru di Malioboro
Selain ekonomis, menurut Mariani, konversi penggunaan bahan bakar gas juga sebagai program diversifikasi atau penganekaragaman energi.
Pihaknya berharap para petani nantinya dapat menggunakan mesin pompa berbahan bakar gas dengan baik. "Sehingga dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani," ungkapnya.
Sementara itu, Komisi VII DPR-RI Drs HM Gandung Pardiman MM, menyampaikan adanya bantuan konversi bahan bakar minya ke gas untuk pompa air dapat menekan biaya operasional petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gandung-pardiman-di-bantul.jpg)