Gunung Merapi Muntahkan 20 Kali Lava Pijar dan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer dalam 6 Jam

Gunung Merapi meluncurkan belasan kali lava pijar selama enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis (7/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan puluhan lava pijar selama enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan dari BPPTG Yogyakarta, Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak 20 kali.

Selain itu, Gunung Merapi juga meluncukan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) malam sekitar pukul 19.20 WIB.

Awan panas guguran meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat atau menuju Kali Sat dan Kali Putih.

Berdasarkan laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id, selama enam jam terakhir juga tercatat 39 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-35 mm dan lama gempa 47.88-173.82 detik.

Lalu 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.6-48.11 detik.

Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 80 mm, dan lama gempa 14.15 detik.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Sementara secara visual, gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin tenang ke arah timur.

 Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 18 Mei 2026, Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah DIY Hari Ini

Rekomendasi Keamanan & Potensi Bahaya

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved