Sempat Terabaikan, Kini Balai Pintar Pengkol Jadi Panutan Perpusdes di Gunungkidul
Warna-warni ceria langsung menyambut mata ketika Tribun Jogja melangkahkan kaki ke teras depan Perpustakaan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warna-warni ceria langsung menyambut mata ketika Tribun Jogja melangkahkan kaki ke teras depan Perpustakaan "Balai Pintar" di Kalurahan Pengkol, Nglipar, Gunungkidul. Tampak gazebo kayu yang bisa digunakan bersantai, berlatar perbukitan hijau nan sejuk.
Sementara di bagian dalam, rak-rak penuh buku sudah terlihat. Seakan meminta untuk diambil dan dibaca. Suasananya yang tenang pun semakin mendukung untuk larut dalam bacaan.
Padahal, sebelumnya Perpustakaan Desa (Perpusdes) Pengkol tersebut sempat terabaikan.
Bahkan terkesan tidak layak.
"Dulu itu bukunya sedikit dan berserakan, sampai banyak sawangnya," ungkap Dewi Rahayu, salah satu pengelola Balai Pintar.
Perpusdes tersebut sebenarnya berdiri sejak 2014.
Namun Dewi menyebut aktivitasnya sempat vakum lantaran pengelolanya tidak memiliki latar belakang di bidang kepustakaan.
Baca juga: Pulang ke Makassar, Penggawa PSIM Yogyakarta Manfaatkan Libur Bersama Keluarga
Baca juga: Gelar Operasi Zebra Progo 2020, Berikut Hal-hal yang Jadi Perhatian Polda DIY
Baca juga: Bappeda Kulon Progo Gelar Rakor Pengendalian Pembangunan pada Triwulan III untuk Tingkatkan Kinerja
Napas kehidupan baru datang lagi di tahun 2017. Saat itu, ia bersama pengelola lain mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul.
Keinginan untuk menghidupkan kembali perpustakaan itu pun muncul.
Secara swadaya, mereka berupaya terus menambah koleksi buku.
Saat 2015, hanya ada sekitar 500-600 judul, namun kini Perpusdes Pengkol sudah memiliki lebih dari 5 ribu judul buku.
"Kami pun perbanyak kegiatan yang bisa melibatkan masyarakat, agar mereka tertarik datang ke perpustakaan," jelas Dewi.
Upaya keras mereka membuahkan hasil. Belum lama ini, Balai Pintar berhasil meraih juara 3 tingkat nasional mewakili DIY.
Baca juga: Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu di Riau, Sanksi Tegas hingga Ancaman Hukuman Mati Siap Menanti
Baca juga: Kasus Penelantaran Anak di Sleman Meningkat
Baca juga: Gojek Konsisten Mendorong Penerapan Protokol Kesehatan melalui J3K
Ia bersama 12 anggota pengelola lain pun tak menyangka bisa mendapatkan prestasi setinggi itu.
Dewi pun mengingat betapa sulitnya dulu menarik warga agar mau datang ke perpustakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perpusdes-pengkol-3.jpg)