Berita Kriminal

Pelajar di Bantul Tewas usai Dijemput Temannya Malam-malam, Dianiaya Segerombolan Orang di Lapangan

Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), menceritakan, bahwa korban dikeroyok oleh segerombolan orang di Lapangan Gadung Mlaten Kapanewon Pandak.

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
PELAJAR TEWAS DIANIAYA: Sejumlah pelayat sedang melakukan salat jenazah Ilham Dwi Saputra (16), korban penganiayaan asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Senin (20/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ilham Dwi Saputra (16) tewas usai dikeroyok di Lapangan Gadung Mlaten, Bantul.
  • Awalnya dijemput teman dengan motor lalu dibawa ke lokasi pengeroyokan.
  • Korban dipukul, disiksa dengan selang, paralon, gunting, bahkan digilas motor.
  • Kakak kelas menolong dan membawa korban ke RS, namun ia tak pernah sadar.
  • Korban meninggal setelah dirawat beberapa hari, keluarga berharap polisi ungkap pelaku.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16), asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, tewas usai menjadi korban pengeroyokan.

Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), menceritakan, bahwa korban dikeroyok oleh segerombolan orang di Lapangan Gadung Mlaten Kapanewon Pandak.

Ia belum bisa memastikan identitas pelaku pengeroyokan tersebut.

Awalnya dijemput temannya malam-malam

"Awalnya, Selasa (14/4/2026) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya, kepada wartawan, di rumahnya, Senin (20/4/2026).

Sugeng mengaku tidur dulu dikarenakan sudah lelah usai bekerja. Kakak korban juga sudah tidur terlebih dahulu.

Ayah Ilham Dwi Saputra (16), korban penganiayaan asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sugeng Riyanto (53)
Ayah Ilham Dwi Saputra (16), korban penganiayaan asal Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sugeng Riyanto (53) (Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana)

Namun, istri Sugeng yakni Sriwahyuni dan kakak ipar Sugeng belum tidur.

"Nah di situ, tiba-tiba ada teman anak saya pakai sepeda motor Nmax kalau enggak salah boncengan. Terus njemput anak saya itu. Yang tahu itu malah tetangga," jelasnya.

Dikatakannya, korban dibawa ke belakang salah satu SMA di Kapanewon Bambanglipuro. Di lokasi itu disebut ada teman korban. 

"Terus tidak selang lama, ada dua orang lagi boncengan pakai Scoopy warna hitam merah, kalau enggak salah. Itu boncengan dan jemput Ilham, anak saya," beber dia.

Kakak kelas curiga

Di lokasi itu ada kakak kelas korban. Kakak kelas korban sempat menaruh rasa curiga, sehingga membuntuti korban.

Ternyata, korban dibawa ke Lapangan Gadung Mlaten.

Dianiaya dan disiksa sepuluhan orang

"Setelah sampai di situ, ternyata sudah ditunggu banyak orang. Sekitar hampir 10 orang di situ. Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak," ujar Sugeng.

Namun nahas, korban ternyata langsung dipukul oleh gerombolan orang tersebut. Pemukulan dilakukan menggunakan selang, paralon, hingga gunting.

Mirisnya lagi, korban sempat disundut rokok dan digilas pakai sepeda motor berulang kali.

Dievakuasi kakak kelas ke RS

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved