Update Corona di DI Yogyakarta
Pemkot Yogya Lakukan Pendataan Pekerja yang di-PHK Akibat Virus Corona
Pendataan dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan bagi pekerja yang di-PHK dari perusahaan akibat kondisi ekonomi yang merosot.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
"Belum, belum ada rencana pemulihan butuh waktu berapa lama. Yang jelas saat ini para pelaku pariwisata memanfaatkan untuk perawatan dan penambahan fasilitas. Dengan begitu, setelah kondisi pulih harapannya mampu menunjang daya tarik wisatawan," ungkap dia.
Bukan hanya destinasi wisata saja, Singgih melanjutkan, 140 hotel bintang lima di DIY banyak mengalami penurunan okupansi hingga 40 persen.
"Itu sejak Maret kemarin. Benar-benar tidak ada tamu yang datang," ujar dia.
Akibat kondisi tersebut, 21.000 karyawan dirumahkan oleh pihak hotel.
Hal itu dilakukan lantaran pengusaha hotel butuh efisiensi.
"Kondisi sepi sementara biaya operasional tetap berjalan. Akhirnya banyak karyawan yang dirumahkan," papar dia.
• UPDATE Terbaru Jumlah Pasien Positif COVID-19 DIY Total 29 Orang, Sembuh Bertambah Satu Lagi
Pemangkasan karyawan tersebut, lanjut Singgih, terjadi sejak dua bulan terakhir atau per 31 Maret.
Sampai saat ini masih belum ada batas waktu yang ditentukan, kapan kondisi tersebut akan berakhir.
"Ada kemungkinan terjadi penambahan karyawan yang dipulangkan. Karena pendataan masih terus berlangsung," tutur Singgih.
Saat ini, dirinya masih berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan DIY dan juga Disperindag DIY untuk pemberian subsidi.
"Meski beberapa perusahaan ada yang memberikan tanggungan secara mandiri, namun kami juga mengusahakan supaya ada tunjangan bagi karyawan yang dirumahkan," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)