Kota Yogyakarta

Satpol PP Kota Temukan Pelajar Tidak Ikuti Belajar di Rumah

Satpol PP Kota Yogyakarta menggiatkan patroli pelajar terutama di tempat-tempat nongkrong pelajar. Terlebih saat ini proses kegiatan belajar mengajar

Satpol PP Kota Temukan Pelajar Tidak Ikuti Belajar di Rumah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Satpol PP Kota Yogyakarta menggiatkan patroli pelajar terutama di tempat-tempat nongkrong pelajar.

Terlebih saat ini proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara online di rumah.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan sejak Senin lalu sudah tidak ada pelajar yang nongkrong.

Berbeda dengan minggu sebelumnya, dimana pelajar masih banyak yang nongkrong di warung makan dekat sekolah.

Meski demikian, Satpol PP tetap melakukan patroli guna memastikan pelajar Kota Yogyakarta mengikuti pembelajaran di rumah.

Forpi Kota Yogyakarta Buka Posko Aduan Pembelajaran di Rumah

"Mulai Senin ini sudah jarang, tetapi masih ada yang nongkrong. Ada sekitar 10an pelajar yang masih nongkrong saat jam pembelajaran di rumah. Kita temukan di warmindo dan warnet,"katanya, Kamis (26/03/2020).

Dari 10an siswa yang terjaring patroli, sebagian besar adalah pelajar SMA/SMK, namun ada pula pelajar SMP. Satpol PP Kota Yogyakarta tidak memberikan sanksi khusus kepada pelajar yang terjaring patroli. Pelajar diminta untuk membubarkan diri dan langsung pulang.

"Kita langsung minta untuk membubarkan diri dan pulang. Giat seperti ini akan terus dilaksanakan. Terutama di tempat-tempat yang sering digunakan untuk nongkrong, seperti warmindo, warnet, dan game online,"lanjutnya.

Ia mengimbau para pelajar untuk mentaati peraturan dengan mengikuti pembelajaran di rumah, dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Orangtua juga diimbau untuk ikut mengawasi anak-anak selama pembelajaran di rumah.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pembelajaran di rumah. Sejauh ini memang belum ada kendala berarti.

Tips Dampingi Anak Selama Masa Belajar di Rumah

"Ya kendalanya kan pembelajaran lebih lambat. Pembelajaran tatap muka sama online kan beda, ada kendala di komunikasi. Tentu akan kita evaluasi supaya lebih baik,"ujarnya.

"Kondisi anak-anak dalam belajar kan juga mempengaruhi proses belajar. Ada anak yang enjoy menikmati, ada juga yang tidak,"sambungnya.

Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah meminta sekolah untuk tidak memberikan tugas berlebih. Pada dasarnya KBM di sekolah dan di rumah sama saja, yang membedakan hanya metodenya saja.

"Kami sudah sampaikan, jangan berikan tugas yang berlebihan. Yang penting dalam proses KBM di rumah ini adalah orangtua. Agar orangtua juga ikut mendampingi," tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved