Bantul

Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari

Sakit yang diderita suaminya itu akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro pada 7 September 2019 silam.

Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Heri Supriyanto terpaksa harus hidup di dalam kamar yang gelap. Matanya perih dan tak mampu lagi melihat sinar matahari, akibat benturan pasca kecelakaan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sudah lebih dari empat bulan, Heri Supriyanto, warga Dusun Sirat RT 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul hidup dalam kegelapan di kamarnya.

Ia hidup tanpa lampu penerangan dan tanpa sinar matahari.

Bukan tanpa sebab, mengapa Heri terpaksa hidup dalam kegelapan.

Semua itu karena cahaya sinar matahari membuat matanya perih, bahkan sampai mengeluarkan cairan bening terus menerus.

Telinganya juga berdengung - dengung.

Ditambah lagi, pada bagian atas kelopak matanya mendadak langsung nyeri.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

"Rasanya itu sakit, perih, pedes sekali," kata Heri, seraya memegang kepala, saat ditemui di dalam kamarnya, Sabtu (18/1/2020).

Kamar yang ditempati Heri itu gelap, tak ada sinar matahari yang diperbolehkan masuk.

Bahkan, genteng kaca, tempat matahari masuk di atas kamarnya terpaksa harus ditutup pakai kardus.

Kontan saja, bapak dua anak itu setiap hari terpaksa hidup sendiri di pojokan kamar.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved