Bantul
Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari
Sakit yang diderita suaminya itu akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro pada 7 September 2019 silam.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
"Semua pandangan yang saya lihat itu kabur. Tidak jelas. Objeknya menjadi dua," kata dia.
Sebagai seorang Istri, Yulianti mengaku hanya bisa pasrah.
Doa terbaik selalu dipanjatkan, semoga suaminya itu bisa kembali sehat.
Yuli, panggilan akrab Yulianti menceritakan, sakit yang diderita suaminya itu akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro pada 7 September 2019 silam.
Kala itu, menurutnya, Heri baru saja menyaksikan pertandingan sepakbola antar kampung.
• Polres Bantul Gandeng Kodim Untuk Cegah Klitih
Setelahnya, dia mengendarai sepeda motor, hendak pulang dan membeli sandal untuk acara kendurian.
Namun sesampainya di lokasi, musibah tak bisa dihindari.
Motor yang dikendarai Heri berbenturan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.
"Stang motor suami saya terserempet motor dari arah berlawanan. Kemudian ke banting ke kiri dan jatuh. Lukanya di separuh tubuh, sebelah kiri," tuturnya.
Pasca kejadian, Heri kemudian dilarikan ke rumah sakit Santa Elisabeth Ganjuran.
Namun karena kondisinya parah, ia kemudian dipindahkan ke RSUP dr Sardjito Kota Yogyakarta untuk menjalani perawatan medis selama 20 hari.
• Polres Bantul Buka Peluang Keluarkan SP3 Kasus Dugaan Pembunuhan Ayu Shelisa
Dikatakan Yuli, saat itu suaminya oleh dokter divonis mengalami gagal otak ringan, retak tulang pada bahu dan jari.
Kemudian di CT scan ternyata ada pula rembesan darah di bagian otak.
Pihak keluarga sudah mengupayakan pengobatan namun belum membuahkan hasil.
Heri kemudian dibawa pulang keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/alami-saraf-mata-dan-saraf-telinga-yang-menyatu-warga-bantul-terpaksa-hidup-tanpa-sinar-matahari.jpg)