Tempoyak Durian Fermentasi Penuh Sejarah dan Rasa Tradisi

Dari sekian banyak olahan durian khas Nusantara, tempoyak menjadi salah satu yang paling unik. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunnews.com
Ilustrasi aneka olahan tempoyak durian yang siap membuat hidanganmu menjadi lebih mantap. 

Ringkasan Berita:
  • Tempoyak adalah olahan durian fermentasi dengan rasa asam-gurih dan aroma khas.
  • Makanan ini berasal dari tradisi masyarakat Melayu di Sumatra dan Kalimantan.
  • Kini tempoyak menjadi bumbu khas untuk berbagai masakan seperti gulai, sambal, dan pepes.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah kamu mendengar istilah asam durian atau pekasam?

Dari sekian banyak olahan durian khas Nusantara, tempoyak menjadi salah satu yang paling unik. 

Makanan ini terbuat dari daging buah durian matang yang difermentasi hingga menghasilkan rasa asam-gurih dengan aroma khas yang kuat.

Sejak dahulu, tempoyak sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Melayu, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Pada masa itu, durian yang melimpah saat musim panen sering diolah agar tidak cepat rusak, dari situlah lahir cara tradisional untuk mengawetkannya melalui proses fermentasi.

Kini, tempoyak tak lagi sekadar cara untuk menyimpan durian, tetapi telah menjadi warisan kuliner Nusantara.

Cita rasanya yang khas menjadikannya bumbu istimewa dalam berbagai hidangan seperti gulai, sambal, pepes, hingga aneka masakan ikan, dengan variasi sesuai kebiasaan di tiap daerah.


Sejarah & Makna Budaya Tempoyak

Tempoyak berasal dari kebiasaan masyarakat Melayu memanfaatkan durian saat musim panen agar tidak terbuang. 

Durian dimatangkan, dikupas, kemudian difermentasi dalam wadah tertutup sampai asam dan awet.  

Pembuatan tempoyak dulunya bagian dari budaya penyimpanan makanan saat migrasi atau merantau, fermentasi membantu menjaga persediaan makanan lebih lama.  

Saat ini, tempoyak menjadi identitas kuliner masyarakat Melayu di berbagai provinsi seperti Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan.

 

Ciri Khas & Rasa Tempoyak

Tempoyak punya aroma durian khas, dipadu rasa asam-gurih hasil fermentasi dan tidak manis seperti durian biasa, melainkan rasa kompleks yang cocok sebagai bumbu.  

Biasanya tidak dimakan langsung, tempoyak dijadikan bahan utama untuk masakan seperti gulai ikan, pepes ikan/udang, sambal pedas, atau campuran bumbu lainnya.  

Tekturnya semi-padat (paste) hasil dari fermentasi daging buah durian yang dihancurkan, diberi garam, lalu didiamkan selama beberapa hari.

 

Cara Membuat Tempoyak di Rumah

Baca juga: Resep Gemblong Khas Jawa Barat, Kue Tradisional Manis dengan Aroma Gula Aren

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved