TOPIK
Lipsus TPA Piyungan Kritis
-
DI Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan ada tak kurang 1.400 orang setiap hari menghabiskan waktunya
-
Revitalisasi lokasi TPA akan dilakukan, yaitu dengan membangun dinding penyangga yang lebih tinggi di Piyungan
-
Di tingkat masyarakat sistem reduce, reuse, dan recycle ini belum dapat maksimal, pemerintah pun harus memastikan penerapan sistem tersebut berjalan
-
TPA tersebut terkesan telah kehabisan tempat pembuangan karena manajemen pengelolaan kurang bagus
-
Saat itu mereka menerima informasi bantuan paket pengelolaan sampah program pemerintah pusat
-
Mereka menamainya sebagai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Purwo Berhati
-
Program pengelolaan sampah harus menjadi entry point sehingga sampah di masyarakat tidak semakin banyak. Pengelolaan di TPA pun jangan hanya ditumpuk
-
Jika pengolahan diawali dari sumbernya, yaitu di masyarakat, berarti volume TPA akan berkurang
-
Sampah-sampah organik, anorganik dan residu lain yang tidak bisa diolah menjadi satu bercampur di TPA
-
Di sebagian area zona dua, hamparan sampah bahkan mulai terlihat becek. Jika tidak hujan pun area tersebut tetap licin karena limbah cair
-
Pantauan di lapangan, sebagian sampah-sampah itu bahkan tercecer di pinggiran dermaga