Lipsus TPA Piyungan Kritis
Revitalisasi Jadi Solusi
Revitalisasi lokasi TPA akan dilakukan, yaitu dengan membangun dinding penyangga yang lebih tinggi di Piyungan
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Harry W
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Revitalisasi lokasi TPA akan dilakukan, yaitu dengan membangun dinding penyangga yang lebih tinggi di Piyungan. Proyeksinya, TPA Piyungan akan mampu menampung sampah hingga 10 tahun ke depan.
"Dengan kondisi sekarang, yang membuat saya khawatir sebenarnya bukan soal usianya masih berapa tahun lagi, tapi dampak lingkungan yang saya khawatirkan. Saya berani katakan, usianya 10 tahun lagi masih bisa," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Ir Rani Sjamjinarsi.
Adapun rencana penerapan manajemen baru, menurutnya, belum akan memakai sistem pembakaran. Sistem yang masih mendukung diterapkan di Indonesia tak lain adalah sanitary landfill.
Selain itu, pengurangan, pengolahan dan pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu di masyarakat atau rumah tangga.
"Sudah diatur Peraturan Gubernur mulai 2014 ini. Kalau tiga tahun ke depan sampah yang dibawa ke TPA masih belum terpilah, Pemda akan kena denda," tuturnya.
Sebab itu, peran pemda kabupaten dan kota amat penting. Terutama menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memilah sampah, antara organik, anorganik, dan residu seperti pampers dan sebagainya.
Berkaitan dengan penerapan pengelolaan baru, Pemprov DIY masih menyusun besaran anggaran yang dibutuhkan. Sebelum anggaran 2015 diketok, menurutnya, rencana harus sudah ada. "Saya belum tahu berapa anggarannya karena baru disusun," katanya.(Tribunjogja.com)