Lipsus TPA Piyungan Kritis

Warga Bayen Ubah Sampah Jadi Pupuk

Mereka menamainya sebagai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Purwo Berhati

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Harry W

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PEMANFAATAN sampah organik maupun anorganik, telah dilakukan warga sepanjang enam bulan terakhir. Warga dipimpin Kepala Dusun Bayen, Budi Isroi, mengelola tempat penampungan sampah sementara.

Mereka menamainya sebagai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Purwo Berhati. Sejak merintis KSM pada Juni 2013, dan efektif beroperasi di awal Januari 2014, sampai saat ini Purwo Berhati berhasil menjaring warga sebanyak 222 keluarga.

Sampah masuk dari setiap keluarga ke KSM, per hari mencapai 753 kilogram. Rekapitulasi sebulan terakhir, KSM Purwo Berhati bahkan mampu memproduksi lebih kurang satu ton pupuk dari olahan sampah organik.

"Sekitar 600 kilogram kami jual ke warga yang membutuhkan, sisanya dimanfaatkan untuk dam/lahan sayur milik KSM," kata Budi ditemui di TPS KSM Purwo Berhati, pekan lalu. Apa yang sebenarnya memotivasi kelompok warga tersebut mengelola sampah?

Budi menegaskan, meski benar sampah dapat dimanfaatkan bahkan menguntungkan, namun hal terpenting dari kegiatan KSM tersebut adalah untuk mengurangi volume sampah yang harus masuk ke tempat penampungan akhir (TPA).

Selain itu, mengelola sampah secara terkoordinasi bersama warga, berarti menjaga lingkungan desa tetap bersih.

"Dari total sampah warga masuk ke kami, 40 persennya bisa kami olah jadi pupuk. Sisanya seperti sisa botol plastik dan kaca bisa dijual. Hanya sedikit residu yang terpaksa belum bisa kami olah," katanya.

Itu berarti, sampah yang akan masuk ke TPA dari warga Bayen akan lebih sedikit dibanding sebelum melakukan pengelolaan. Budi membayangkan, jika setiap desa atau banyak kelompok serupa, maka TPA pun tidak akan cepat overload.

Selain itu, warga juga menemukan manfaatnya. "Yang utama adalah soal menjaga lingkungan. Saluran air di dusun kami juga tidak mampet. Meski menguntungkan, konsepnya bukan bisnis," tuturnya. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved