TAG
Puisi Mustafa Ismail
-
Puisi Keretakan Mustafa Ismail: Musim murka menelungkup meja persahabatan kertas tugas berserakan
Rabu, 28 Februari 2024
-
Puisi Lebaran 3 Mustafa Ismail: Aku mencari cari kampungku yang tenggelam setelah laut pasang
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Lebaran 2 Mustafa Ismail: Angin dan hawa hujan seperti tak henti memukul mukul tubuh bayi itu
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Lebaran 1 Mustafa Ismail: Takbir itu mengingatkanku pada lilin lilin aneka warna di sepanjang
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Hujan Belum Reda Mustafa Ismail: Maafkan aku yang mengirim gerhana ke dalam arlojimu
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Palu di Ruang Kusut Mustafa Ismail: Kita terima saja percikan percikan api yang keluar
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Nyanyian Malam Mustafa Ismail: Lukisan itu terpaku pada kelam memanggil diriku mengajak pergi
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Peristiwa Kecil Pagi Hari Mustafa Ismail: Engkau hanya kaget, ketika bangun pagi itu
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Kepada Penyair Laut Mustafa Ismail: dalam gigil pagi itu, di sebuah mesjid, kami membayangkan
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Dialog 1996 Mustafa Ismail: Kita meninggalkan kafe terapung ketika malam larut dan angin
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Meulaboh Mustafa Ismail: Dalam gigil pagi itu, di sebuah masjid, kami membayangkan
Selasa, 27 Februari 2024
-
Puisi Kita Saling Memanggil Mustafa Ismail: Tak ada salahnya kita saling memanggil pada jarak
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Peta Basah Kuyup Mustafa Ismail: Di sebuah pojok pada wajahmu bola kecil terapung memerah
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Personifikasi Waktu Mustafa Ismail: Katakanlah, bagaimana harus mengulang sejarah itu
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Menunggu Surat Mustafa Ismail: Aku menunggu suratmu, setiap matahari terbit cerita apakah
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Titik Nol Mustafa Ismail: Mungkin, ini adalah titik nol, saat pertama kita bercakap cakap
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Piring Yang Suntuk Mustafa Ismail: Aku sudah makan, katamu, ketika kita tiba di warung itu
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Masa Depan dalam Tidur Mustafa Ismail: Menyaksikan kau tertidur, selangit bintang berkedap
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Tirom Mustafa Ismail: Di kampung kami, selalu ada senja yang lumer di atas air payau
Senin, 26 Februari 2024
-
Puisi Anakku Menangis Mustafa Ismail: Anakku menangis menagih jam mainnya bagai gelombang menendang
Senin, 26 Februari 2024
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved