Arsitektur Heritage sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan 

SEBAGAI struktur bangunan bersejarah, arsitektur heritage tidak hanya menyediakan keindahan, keunikan/kekhasan, kerumitan

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Dosen UAJY Y. Argo Twikromo 

Pada umumnya, para wisatawan hanya diberi sajian keindahan, keunikan/kekhasan, kerumitan, maupun kelangkaan struktur bangunan fisik saja, tetapi ketika mengunjungi arsitektur heritage di wilayah Indonesia tanpa disadari juga memperoleh sajian tentang kandungan  nilai budaya, sejarah, arsitektur, atau sosial yang tinggi terkait bangunan fisik tersebut.

Kemasan tersebut juga perlu didukung oleh keberadaan lingkungan masyarakat sekitar yang mengedepankan karakter harmonis, termasuk keterbukaan dan keramahan.

Perlu dipahami bahwa koridor keselarasan akan merengkuh nilai-nilai berasaskan kerukunan, kebersamaan, persaudaraan, penghargaan, toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, keberlanjutan, manfaat, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan, gotong royong, maupun asas-asas serumpun lainnya. Koridor kelarasan menjadi keutamaan dalam penataan dan pengelolaan ekosistem arsitektur heritage, sehingga  keberadaan arsitektur heritage tanpa disadari dapat menjadi salah satu wahana internalisasi dan penghayatan bagi para wisatawan dan juga masyarakat sekitar.

Dengan demikian, keberadaan arsitektur heritage tidak hanya menjadi simbol cagar budaya yang dikunjungi para wisatawan saja, tetapi juga dapat menghadirkan panduan atas pengutamaan keselarasan, keseimbangan, keharmonisan, maupun keluhuran kehidupan bersama.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved