Arsitektur Heritage sebagai Daya Tarik Wisata Berkelanjutan
SEBAGAI struktur bangunan bersejarah, arsitektur heritage tidak hanya menyediakan keindahan, keunikan/kekhasan, kerumitan
Oleh
Y. Argo Twikromo
Dosen UAJY
SEBAGAI struktur bangunan bersejarah, arsitektur heritage tidak hanya menyediakan keindahan, keunikan/kekhasan, kerumitan, maupun kelangkaan struktur bangunan fisik saja.
Kandungan nilai budaya, sejarah, arsitektur, atau sosial yang tinggi juga melekat erat dalam struktur bangunan tersebut.
Keberadaan arsitektur heritage dapat memberikan peta jalan dalam menyingkap tirai kesadaran dan penghayatan kembali terhadap tata kelola keharmonisan dan keluhuran kehidupan bersama maupun dinamika kehidupan warisan masa lalu.
Pelestarian arsitektur heritage tidak hanya sebatas merawat dan mengelola struktur bangunan fisik semata, namun juga merengkuh cerita, nilai dan dinamika kehidupan, maupun sejarah yang terkandung di dalamnya.
Keberadaan arsitektur heritage dengan struktur bangunan fisik maupun kandungan yang melekat di dalamnya cenderung membuka ruang perjumpaan dengan perkembangan pariwisata kontemporer.
Para wisatawan tidak hanya tertarik dan disuguhi oleh struktur bangunan masa lampau saja, tetapi juga peta jalan untuk dapat memahami identitas, keunikan, sejarah, dan dinamika kehidupan suatu wilayah.
Dalam konteks ini, pengelola pariwisata perlu melakukan upaya secara cerdik, cerdas, dan kreatif agar keberadaan arsitektur heritage dapat dihadirkan dalam keterpaduan yang utuh. Komponen struktur bangunan fisik (benda) maupun perangkat komponen non fisik (tak benda) yang terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan komponen yang tak terpisahkan.
Dengan demikian, para wisatawan diharapkan tidak hanya tertarik dan mendapatkan suguhan keindahan maupun keunikan struktur bangunan fisik saja, tetapi juga tertarik dan mendapatkan pembelajaran tata kelola kehidupan lokal dengan dinamika khasnya.
Baca juga: FTI UAJY Serahkan Aplikasi Geotagging ke Pemkab Kulon Progo untuk Pemetaan Potensi Daerah
Daya Tarik Arsitektur Heritage dalam Tantangan
Perkembangan kehidupan kontemporer tanpa disadari telah menuntun para pemilik maupun pengelola arsitektur heritage untuk merawat, mengelola, dan melestarikan struktur bangunan fisik sebagai simbol cagar budaya.
Dalam konteks ini, perawatan, pengelolaan, dan pelestarian struktur bangunan fisik tersebut cenderung hanya dilakukan sesuai dengan Undang-Undang tentang Cagar Budaya.
Dengan demikian, pemahaman makna dan kandungan yang melekat pada arsitektur heritage relatif kurang mendapatkan upaya perawatan, pengelolaan, dan pelestarian dalam satu kesatuan yang utuh.
| Geliatkan Wellness Tourism, Bethesda Heritage Run 2026 Ajak Pelari Lintasi Landmark Bersejarah Jogja |
|
|---|
| Mahasiswa Arsitektur UAJY Hadirkan Tari Nusantara dalam Sakanti Dwipantara ke-5 |
|
|---|
| Keindahan Tersembunyi Dua Desa di Sleman Akan Menjadi Rute JIHW 2025 |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Persandian di Jogja: 5 Fakta Seru Heritage Walk Kotabaru |
|
|---|
| Dua Mahasiswa Arsitektur UAJY Wakili Indonesia di Arcasia 2025 di Korea Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Arsitektur-Heritage-sebagai-Daya-Tarik-Wisata-Berkelanjutan.jpg)