Mengikis Perundungan Siber di Ruang Digital, DIY Terapkan Pendekatan "Komunikasi Hati"
Praktik perundungan (bullying) di ranah pendidikan kini mengalami pergeseran medium yang masif seiring dengan penetrasi teknologi digital.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pergeseran tren cyberbullying mendorong Balai Tekkomdik Disdikpora DIY, UPN "Veteran" Yogyakarta, dan Jogja Smart School (JSS) berkolaborasi menciptakan platform sikomhati.id.
- Melalui kegiatan FGD bersama kepala sekolah SMA/SMK se-DIY, inisiatif ini dirancang untuk menerapkan pendekatan "Komunikasi Hati" sebagai solusi preventif yang humanis dalam ekosistem digital sekolah.
- Platform yang dipimpin oleh Prof. Dr. Puji Lestari, M.Si. ini berfokus pada keseimbangan aspek olah pikir dan olah rasa.
TRIBUNJOGJA.COM.COM, YOGYA - Praktik perundungan (bullying) di ranah pendidikan kini mengalami pergeseran medium yang masif seiring dengan penetrasi teknologi digital.
Ketika interaksi antarsiswa beralih ke ruang maya, pengawasan konvensional dari pihak sekolah kerap menemui jalan buntu.
Menghadapi ancaman siber-perundungan (cyberbullying) yang berdampak psikologis jangka panjang dan kian sulit dikendalikan, pendekatan baru yang lebih adaptif dan humanis mutlak diperlukan.
Guna merespons tantangan tersebut, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) Disdikpora DIY berkolaborasi dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta dan ekosistem Jogja Smart School (JSS) resmi menginisiasi platform digital preventif bernama sikomhati.id.
Langkah strategis ini dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pencegahan Bullying dan Cyberbullying di Satuan Pendidikan" yang mempertemukan para kepala sekolah SMA/SMK sederajat se-DIY di Aula Balai Tekkomdik DIY, Selasa (9/6/2026) lalu.
Pertemuan ini difokuskan pada perumusan integrasi pendekatan "Komunikasi Hati" ke dalam ekosistem digital sekolah.
Perkembangan teknologi di kalangan pelajar sejatinya menjadi pisau bermata dua. Plt. Kepala Balai Tekkomdik DIY, Drs. R. Suci Rohmadi, M.I.P., menggarisbawahi bahwa penanganan perundungan hari ini tidak bisa lagi sekadar mengandalkan instrumen punitif atau sanksi semata, melainkan harus menyentuh akar penguatan karakter peserta didik.
"Perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang semakin luas di kalangan pelajar membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan. Praktik perundungan tidak lagi terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga merambah ke ruang digital yang sulit dikendalikan dan berpotensi memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan yang tidak hanya mengedepankan aturan dan sanksi, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, serta karakter positif pada siswa. Literasi digital Komunikasi hati melalui prototipe sikomhati.id merupakan langkah yang tepat untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan," terang Suci Rohmadi.
Platform sikomhati.id sendiri merupakan purwarupa inovasi yang memadukan pendekatan humanis dengan kemajuan teknologi digital. Pengembangan platform ini dipimpin oleh Ketua Peneliti sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Puji Lestari, M.Si., bersama tim yang beranggotakan Dra. Sri Isworo Ediningsih, M.M. dan Dani Fadillah, M.A., Ph.D. Proyek strategis ini turut didanai melalui hibah DPPM Dikti 2026 dan dirancang sebagai media edukasi, refleksi, konsultasi, sekaligus penguatan kapasitas bagi siswa maupun pendidik.
Lebih lanjut, inisiatif ini diharapkan mampu membawa transformasi kelembagaan.
"Program ini dapat mengarahkan nilai-nilai empati guna menciptakan budaya komunikasi yang sehat dan bebas dari kekerasan, dan mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman. Mudah-mudahan nantinya program ini menjadi kebijakan dan regulasi yang menguatkan untuk menciptakan sekolah aman dan nyaman," jelasnya.
Filosofi Olah Pikir dan Olah Rasa
Secara konseptual, inovasi ini berpijak pada riset bertajuk "Prototipe Manajemen Kompetensi Komunikasi Hati pada Website Sikomhati.id sebagai Strategi Pengurangan Bullying dan Cyberbullying Mendukung Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di Smart School Daerah Istimewa Yogyakarta".
Prof. Puji Lestari memaparkan bahwa esensi pencegahan perundungan terletak pada keseimbangan aspek kognitif dan afektif siswa. Pendekatan "Komunikasi Hati" bersandar pada dua pilar utama: olah pikir dan olah rasa.
Melalui olah pikir, stimulasi kognitif diarahkan untuk membentuk pola pikir positif. Sementara itu, olah rasa mengambil peran krusial untuk mengonversi energi emosional negatif menjadi energi positif. Transformasi emosional ini bertujuan membangun empati yang mengakar, yang pada akhirnya membuahkan kedamaian hati dan keharmonisan di lingkungan sekolah.
| Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Kamis 11 Juni 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari |
|
|---|
| Kasus Kematian Balita Naura Bergulir, Kuasa Hukum Pertanyakan Dosis Tiga Suntikan Obat Penenang |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Kulon Progo Diklaim Tembus 5,69 Persen Triwulan I 2026, Tertinggi Kedua di DIY |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak, Pemda DIY Siapkan Langkah Mitigasi Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
| Menghalau 'Gunung Es' Obesitas pada Anak di DIY, Orangtua Diminta Perhatikan Asupan Nutrisi Harian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/FGD-Balai-Tekkomdik-DIY-UPN-Veteran-dan-Sekolah-Model-JSS-berpose-membuat-tanda-hati.jpg)