Horizzon
Ikut Mengawal Lahirnya Reformasi Jilid 2
Embrio lahirnya jilid 2 yang mulai tumbuh ini harus dirawat dan dipastikan tumbuh.
Penulis: ufi | Editor: Ikrob Didik Irawan
Bagi yang mengalami era 97-98, utamanya mereka yang ikut di barisan mahasiswa, kondisi saat ini adalah déjà vu. Untuk itu rasanya tak salah jika bersiap untuk menyambut dan bahkan ikut merawat kelahiran jilid 2 yang embrio dan sketsanya mulai tampak.
Saya tahu, ada keraguan untuk membuat kelahiran jilid 2 ini lahir di waktu dekat. Keraguan itu satu di antaranya adalah ketika terjadi seperti 97-98, maka negeri ini akan dipegang oleh bocah yang kelahirannya dari hasil mengangkangi sekaligus memerkosa konstitusi.
Agar keraguan ini sirna, konstruksi dari jilid 2 ini memang harus disusun lebih seksama. Ini juga sekaligus kita belajar dari kenyataan sejarah.
Embrio jilid 2 ini tak boleh membangun isu utama melawan orang, yang jika dulu adalah Soeharto. Jilid 2 ini harus menyasar pada rezim. Bukankah kekuasaan yang ada saat ini memang dibangun oleh rezim yang didukung oleh oligarki yang telah secara nyata tanpa tedeng aling-aling menjarah dan merampas pertiwi.
Kawan! Rasanya bagi kita yang masih memiliki akal sehat, penguasa di negeri ini benar-benar telah membuat kita dianggap bodoh dengan program-program yang nyaris tak masuk akal.
Mulai dari proyek IKN yang miskin narasi selain syahwat dari Jokowi, kini kita dipertontonkan dengan MBG, Koperasi Desa Merah Putih dan program lain yang urgensinya dipaksakan dan melawan logika akal sehat.
Saya percaya, embrio jilid 2 sudah mulai terbentuk dan kelahirannya tinggal menunggu waktu. Saya percaya, bagi mereka yang memiliki sisa akal sehat, rasanya akan memilih ada di barisan yang sama untuk ikut merawat lahirnya jilid 2. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261204-Ibnu-Taufik-Juwariyanto-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Jogja.jpg)