Filsafat untuk Indonesia

Berpikir merupakan salah satu ciri bahwasanya manusia itu hidup, manusia berpikir karena ingin mendapatkan suatu jawaban dari sebuah pertanyaan

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Dr.Junaidi,S.Ag.,M.Hum.,M.Kom, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom 

Oleh

Dr.Junaidi,S.Ag.,M.Hum.,M.Kom
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom

Tulisan ini membahas tentang pola pikir manusia atau cara berpikir manusia.

Berpikir merupakan salah satu ciri bahwasanya manusia itu hidup, manusia berpikir karena ingin mendapatkan suatu jawaban dari sebuah pertanyaan, kepastian dari ketidakjelasan serta keyakinan dari keraguannya. 

Berpikir merupakan proses masuknya pengetahuan baru ke dalam otak manusia, dan dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah diketahui sebelumnya, yang telah tersimpan pada memori otak, sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan, yang mana kesimpulan tersebut bisa berbentuk bahasa, baik dalam bahasa tulisan ataupun ucapan.

Secara teoritis filsafat ada tiga aspek utama yaitu ontologi, aksiologi dan epistemologi. Tiga kata dasar ini sangat penting dalam filsafat itu sendiri.

Filsafat juga melahirkan banyak aliran-aliran ilmu seperti Logika, Biologi, Sosiologi, Etika, Estetika, Metafisika dan sebagainya.

Filsafat membantu manusia untuk berfikir lebih objektif dan kritis upaya membuka sesuatu yang masih perlu dipertanyakan.

Baca juga: 78 Mahasiswa Amikom Yogyakarta Penerima Program Sleman Pintar Diwisuda 

Selain ingin menjadi seseorang yang cerdas, ada hal lain yang saling berhubungan dengan kehidupan, salah satunya adalah berpikir kritis.

Berpikir kritis merupakan suatu proses yang bertujuan agar kita dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal, sehingga apa yang kita anggap paling baik tentang suatu kebenaran dapat kita lakukan dengan benar.

Berpikir kritis adalah ketika menerima informasi tidak mengarah pada satu sumber saja, akan tetapi mengarah pada sumber yang lain dan mempertimbangkan seluruh informasi dari berbagai perspektif, karena bisa jadi informasi yang kita terima tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, dan ternyata kita tidak sengaja menyebar luaskan penyebar berita bohong atau hoax.

Seperti di era globalisasi modern saat ini, yang mana semakin banyak informasi yang belum tentu benar.

Pola pikir manusia di era saat ini, banyak yang beranggapan bahwa dalam berfikir asumsi atau argumen yang bernilai radikalis.

Secara sederhana, modernisasi diartikan sebagai proses transformasi dari kebiasaan melakukan hal secara tradisional kepada kebiasaan melakukan suatu hal secara modern.

Modernisasi merupakan suatu bentuk peralihan dari kondisi atau keadaan yang kurang berkembang menuju arah yang lebih unggul, maju dan mengalami peningkatan dalam berbagai aspek pada kehidupan masyarakat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved