Program Pemagangan Nasional Diserbu Pelamar, Kuota 20 Ribu Orang, Pendaftar 156.159 Orang
Sebanyak 156.159 pelamar mendaftar sebagai calon peserta Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sebanyak 156.159 pelamar mendaftar sebagai calon peserta Program Pemagangan Nasional 2025 Batch I.
Sementara jumlah perusahaan yang menjadi bagian sebagai penyelenggara program Pemagangan Nasional 2025 Batch I sebanyak 1.668 perusahaan.
Dari 156.159 peserta yang mendaftar, kuota yang disediakan oleh pemerintah sebanyak 20 ribu lowongan.
Dikutip dari Tribunnews.com, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (16/10/2025) mengakui animo masyarakat dan dunia usaha untuk mengikuti program ini sangat besar.
“Sejak program magang ini dibuka, animo dari masyarakat dan dunia usaha sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan semakin dipercaya sebagai sarana efektif untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan berpengalaman,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Pemuda Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Casing Ponsel hingga Kain Tenun
Afriansyah menyebut, program yang digagas oleh pemerintah ini merupakan pilihan strategis bagi angkatan kerja untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan sebelum benar-benar memasuki dunia industri.
Wamenaker mengatakan, program ini melibatkan beragam sektor strategis, antara lain makanan dan minuman, industri kreatif dan digital, komunikasi dan informasi, sektor publik, manufaktur, pariwisata, logistik dan transportasi, pertanian, hingga jasa lainnya.
“Keberagaman sektor ini memperlihatkan bahwa dunia industri semakin terbuka terhadap konsep pemagangan sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman kerja nyata,” tambah Wamenaker.
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa Program Pemagangan Nasional Batch I dijadwalkan dimulai 20 Oktober hingga 19 April 2025.
Dalam Batch I ini, Kemnaker membuka kuota awal untuk 20.000 lulusan baru.
Selama menjalani program pemagangan selama enam bulan, para peserta akan menerima uang saku setara dengan upah minimum, yang akan disalurkan oleh pemerintah melalui bank-bank Himbara, yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.
“Selain uang saku, peserta magang juga akan memperoleh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor dari perusahaan tempat magang, serta sertifikat bagi peserta yang menyelesaikan program secara penuh,” pungkas Sekjen Cris. (*)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com
| Penetapan UMP DIY 2026 Masih Tunggu Formula Pedoman dari Kementerian Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Lulusan Baru Perguruan Tinggi Bisa Ikut Program Magang Nasional, Ini Penjelasan Disnaker DIY |
|
|---|
| Program Magang Gelombang Kedua Dibuka Hari Ini, Kuota 80 Ribu Peserta |
|
|---|
| Perusahaan di DIY Daftar Jadi Penyelenggara Pemagangan Nasional, KADIN DIY Dorong Keberlanjutan |
|
|---|
| Menilik Harta Immanuel Ebenezer di LHKPN 2020-2024 dari Rp 2,9M jadi Rp 17,6M Tanpa Utang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-magang-nasional.jpg)