Dugaan Penganiayaan Senior, Keluarga KLD Ghofirul Ajukan Otopsi ke Koarmada II

Pihak keluarga almarhum Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi (22) akan mengajukan permintaan otopsi kepada Koarmada II Surabaya

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Dokumentasi Mahbub Madani
Anggota TNI AL Kelasi Dua, Ghofirul Kasyfi 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga almarhum KLD Ghofirul Kasyfi menemukan banyak luka lebam di sekujur tubuh jenazah.
  • Kuasa hukum keluarga mengajukan otopsi ulang ke Koarmada II untuk memastikan penyebab kematian, menyusul kejanggalan dokumen kronologi dan belum dikembalikannya barang pribadi korban.
  • Koarmada I menyebut kematian murni bunuh diri, namun keluarga mempertanyakan mengapa jasad tetap dimakamkan secara militer yang secara aturan tidak berlaku bagi pelaku bunuh diri.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGKALAN - Pihak keluarga almarhum Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi (22) akan mengajukan permintaan otopsi kepada Koarmada II Surabaya untuk mengungkap penyebab kematian prajutit TNI AL tersebut.

Permintaan otopsi ini dilakukan karena pihak keluarga merasa ada yang janggal dengan kematian Ghofirul Kasyfi .

Selain temuan luka lebam di sekujur tubuhnya, pihak keluarga sebelumnya juga sering mendapatkan keluhan soal penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya saat bertugas di Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Dikutip dari Kompas.com, kuasa hukum keluarga Ghofirul, Muhammad Sholeh mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat permintaan otopsi secara resmi kepada Koarmada II Surabaya.

"Kalau dari hasil otopsi memang tidak ada tanda kekerasan, keluarga ikhlas. Tapi kalau dari hasil otopsi ada tanda kekerasan maka harus diusut tuntas. Semua yang terlibat harus dihukum," ucapnya.

Sebelumnya, ayah Ghofirul Kasyfi (22) mengaku pihak keluarga sempat membuka peti sebelum jenazah dimakamkan.

Saat peti dibuka, di tubuh Ghofirul Kasyfi (22) ditemukan banyak luka lebam.

 "Dari muka ada lebam. Lalu badannya sampai di selangkangan juga lebam," ungkap ayah Ghofirul, Mahbub Madani, Senin (5/5/2026).

Pihak keluarga lalu mendokumentasikan lebam-lebam yang ada di tubuh korban tersebut.

Dari rekaman video dan foto terlihat, bagian bawah mata bagian kanan dan dada terdapat lebam serta bagian leher terdapat luka.

Selain itu, pada bagian paha korban juga terdapat banyak lebam yang mulai menghitam dan skrotum terlihat membengkak.

"Di selangkangan anak saya juga ada luka," ucap Mahbub.

Dari adanya lebam-lebam tersebut, pihak keluarga menilai kematian Ovy cukup janggal.

Apalagi sejak sebulan terakhir Ovy kerap meminta tolong pihak keluarga agar bisa pindah tugas ke kapal militer lain.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved