Jejak Inklusivitas di Cupable Coffee Sleman
Cara ini tidak hanya memberdayakan difabel untuk mandiri, namun memberi ruang kesadaran inklusi bagi pengunjung yang datang dan pergi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Menggaet Anak Muda Lewat Tren Kopi
Ibarat sekali dayung, dua pulau terlampaui, perpaduan tren kopi dengan isu difabel secara tidak langsung memperkenalkan pengunjung dengan inklusivitas.
Cara ini tidak hanya memberdayakan difabel untuk mandiri, namun memberi ruang kesadaran inklusi bagi pengunjung yang datang dan pergi.
Feni bercerita bahwa PRYAKKUM termasuk Cupable dengan tangan terbuka menerima mahasiswa-mahasiswi maupun akademisi yang ingin belajar tentang inklusivitas.
Misalnya Adrian (22), di tahun 2024 pernah mengadakan sebuah proyek kampanye bertajuk ‘CUPABLE IS CAPABLE’ bersama empat kawannya.
Adrian beserta tim mengidentifikasi kurangnya kesadaran inklusivitas di masyarakat sehingga memulai kampanye ini melalui Cupable.
Ia juga menyebutkan secara spesifik bahwa target dari kampanye mereka adalah anak muda dan pekerja Work From Cafe (WFC).
“Tempatnya (Cupable Coffee) sangat cocok buat sekadar nongkrong atau WFC,” sebut pria yang kini bergelar S1 Ilmu Komunikasi tersebut (18/09/2025).
Melalui kampanye tersebut Adrian beserta tim mampu menggaet lebih banyak anak muda untuk datang dan merasakan langsung jejak inklusivitas di Cupable Coffee.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa tren kopi bisa menjadi medium efektif untuk mengenalkan nilai inklusivitas, terutama di kalangan anak muda yang akrab dengan budaya nongkrong dan WFC.
Baca juga: Keterbatasan Diri Tak Surutkan Mimpi Eko Sugeng Jadi Barista Meski Tanpa Lengan
inklusi
coffee shop
Barista difabel
Barista Difabel Eko Sugeng
Disabilitas Daksa
Hak Disabilitas
Pemberdayaan disabilitas
Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRYAKKUM)
human interest
TribunHIS
kisah inspiratif
| Kebun Melon SMKN1 Pandak, Ruang Belajar dan Tumbuhnya Harapan Akan Lahirnya Petani Muda Modern |
|
|---|
| Menjaga Marwah Sepeda Federal: Memori Kejayaan Global di Tirtoadi Mlati Sleman |
|
|---|
| Persahabatan dan Perjuangan Melawan Kanker, Kisah Haru di Balik Buku 'The Quiet Miracle' |
|
|---|
| Soal Kuota Beasiswa Inklusi DIY, Disdikpora Bantul : Masih Tunggu Info |
|
|---|
| Hasto Wardoyo Trenyuh Dengar Azizah yang Bercita-cita Jadi Dokter: Saya Akan Membantu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Irvantoro-27-Barista-Difabel-di-Cupable-Coffee-Ngaglik-Sleman.jpg)