Jejak Inklusivitas di Cupable Coffee Sleman

Cara ini tidak hanya memberdayakan difabel untuk mandiri, namun memberi ruang kesadaran inklusi bagi pengunjung yang datang dan pergi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
(MG | Axel Sabina Rachel Rambing)
Irvantoro (27), Barista Difabel di Cupable Coffee, Jalan Kaliurang, Km.13,5, Ngaglik, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM – Ngopi kini jadi ciri khas anak muda. Tapi apa jadinya jika tren kopi bertemu dengan misi sosial inklusivitas?

Di Jalan Kaliurang, Km.13.5, Ngaglik, Sleman, Anda akan menemukan Cupable Coffee, sebuah kafe inklusi yang mempekerjakan difabel

Pendirian kafe ini dijembatani oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM, sebuah lembaga sosial yang diamanatkan untuk memberdayakan para difabel.

PRYAKKUM memiliki keresahan tersendiri, melihat bagaimana teman-teman difabel kurang memiliki ruang dalam dunia profesional. 

Feni (32) dari pihak PRYAKKUM menyatakan bahwa sedari dulu, lembaga ini telah mengadakan pelatihan yang sifatnya konvensional. 

Adapun pelatihan yang dimaksud berupa membatik, menjahit, elektro, dan lain sebagainya.

Alih-alih terkungkung pada model pelatihan yang konvensional, lembaga ini berusaha mencari cara yang lebih relevan dan kontekstual.

Feni menambahkan bahwa perlu terbuka melihat perkembangan zaman dan peluang industri yang sekiranya bisa dikembangkan.

Dari sudut pandang lembaga ini, kopi dan kafe adalah medium yang pas untuk memberdayakan difabel. 

Sebab seringkali para difabel yang mengikuti pelatihan berkeinginan untuk memulai usahanya sendiri.

“Melihat coffee shop menjamur dan lapangan pekerjaan yang terkadang sulit menerima teman difabel, itu jadi alasan (Cupable didirikan),” ujar Feni kepada TribunJogja (18/09/2025).

Mengikis Stigma, Meracik Percaya Diri

Eko Sugeng (39) salah satu barista mengakui bahwa saat pertama kali ditawari bergabung, ada keraguan besar yang sempat menghantui langkahnya. 

Bukan hanya perkara teknis, tetapi juga soal stigma. Ia khawatir pelanggan enggan membeli kopi setelah melihat kondisi fisiknya. 

“Gimana kalau orang takut melihat saya, dan tidak jadi pesan?” begitu Ia sempat berpikir (18/09/2025).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved